Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa pesantren memiliki inovasi besar dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, rekam jejak pesantren sejak masa lampau telah berhasil melahirkan SDM unggul.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat membuka Rapat Kerja (Raker) Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (20/1). Dewan Pembina itu menilai, tantangan pesantren saat ini adalah kecepatan dalam mengadopsi dan mengeksekusi perubahan.
“Inovasi pesantren itu sudah luar biasa. Kita bukan tidak inovatif, tetapi perlu penguatan dan percepatan implementasi. Tinggal bagaimana kita menentukan titik awal dan merumuskan formula yang tepat. Di sinilah peran strategis FPTP untuk mendorong akselerasi transformasi pesantren agar berjalan lebih optimal,” ujar Muhaimin.
Ia menilai kerja-kerja FPTP memiliki nilai strategis sekaligus mulia. Menurutnya, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan sistematis, program-program FPTP dapat membawa pesantren dari keterbatasan menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Menko Pemberdayaan Masyarakat ini menilai, sekarang pesantren memiliki dua agenda utama yang harus dijalankan. Yakni adaptasi dan adopsi metodologi pendidikan baru, serta kemampuan mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi (saintek).
“Karakter pendidikan itu dibangun dari sistem. Semakin baik sistemnya, maka semakin baik pula output lulusan pesantren, sehingga memiliki daya saing yang kuat,” jelasnya.
Melihat kondisi ini, Muhaimin berharap FPTP dapat menjadi jembatan yang efektif antara pesantren, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Dengan begitu, kualitas pendidikan meningkat.
“Insya Allah apa yang dilakukan FPTP mampu menggerakkan seluruh subjek untuk terlibat aktif dalam transformasi pesantren,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur FPTP, KH Saifullah Maksum, menegaskan bahwa Raker FPTP 2026 tidak lagi difokuskan pada perdebatan konseptual mengenai persoalan pesantren.
“Soal problem, rekomendasi tokoh, hingga paradigma pesantren sudah kita bahas dan susun dalam berbagai forum dan buku. Sekarang yang kita cari adalah cara dan metode yang paling efektif agar pesantren mampu mengimplementasikan semua rekomendasi itu dan menjadi lebih maju,” ucapnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
