
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham membacakan 21 rekomendasi eksternal Rakernas I di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1). (Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - PDI Perjuangan menegaskan sikapnya untuk mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung oleh rakyat. Sikap tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI P.
Rekomendasi itu dibacakan Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, dalam penutupan Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Senin (12/1).
Dalam pemaparannya, Jamaluddin menegaskan bahwa rakyat memiliki kedaulatan dalam menentukan pemimpin di daerah yang tidak bisa diganggu gugat. Menurutnya, Pilkada langsung merupakan fondasi penting dalam menjaga legitimasi pemerintahan daerah.
“Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung guna memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan yang bersifat tetap lima tahun,” ujar Jamaluddin di hadapan peserta Rakernas.
Sebagai respons atas tingginya biaya politik dalam Pilkada, lanjut Jamaluddin, PDIP merekomendasikan transformasi sistem pemungutan suara serta penguatan integritas penyelenggara pemilu. Partai mendorong pemanfaatan teknologi guna menciptakan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas demokrasi.
“Rakernas I Partai mendorong pelaksanaan pilkada yang berbiaya rendah antara lain menerapkan e-voting, penegakan hukum bagi pelanggaran pemilu seperti money politic, serta mencegah pembiayaan rekomendasi calon atau mahar politik,” ucap Jamaluddin.
Selain aspek pembiayaan, rekomendasi tersebut juga menekankan pentingnya pembatasan biaya kampanye, serta peningkatan profesionalitas penyelenggara pemilu. Menurut PDIP, sistem Pilkada yang bersih dan berintegritas akan melahirkan pemimpin daerah yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
“Setiap tahapan Pilkada harus memastikan kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan pada kekuatan kapital. Dengan penegakan hukum yang tegas terhadap politik uang, kita menjaga marwah demokrasi kita,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
