Keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Titiek Soeharto memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan di Ruang Delegasi, Gedung Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/9/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi polemik pemberian gelar pahlawan nasional bagi Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ia menilai, usulan tersebut perlu dikaji secara mendalam dengan mempertimbangkan rekam jejak dan kontribusi tokoh yang diusulkan sejak masa lalu.
Sebab, usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto masif disampaikan sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM), mengungkit kembali peristiwa-peristiwa selama rezim Orde Baru.
“Iya, pemberian gelar pahlawan kita hormati prosesnya. Namun karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari masa lalu sampai sekarang,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).
Puan menegaskan, kajian komprehensif perlu dilakukan agar keputusan pemberian gelar pahlawan nasional tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Ia menekankan, pentingnya memastikan apakah pemberian gelar tersebut memang sudah layak dan tepat waktu.
“Karena juga penting bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan, dan lain-lain sebagainya. Tentu saja harus dikaji dengan baik dan cermat,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengusulkan 40 nama tokoh untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon, pada Selasa (21/10).
Di antara nama-nama yang diusulkan tersebut terdapat Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta aktivis buruh Marsinah.
Usulan pemberian gelar kepada Soeharto memicu beragam reaksi publik. Sebagian pihak menilai jasa Soeharto terhadap pembangunan Indonesia sangat besar, sementara lainnya menolak dengan alasan pelanggaran hak asasi manusia dan praktik korupsi di masa pemerintahannya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
