
Presiden Prabowo Subianto bersama para pemimpin dunia saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza, di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10). (Istimewa)
JawaPos.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indrawijaya menyatakan, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza, di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10), sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap kedaulatan Palestina. Sebab, kehadiran Prabowo menjadi salah satu tokoh yang ikut menentukan sejarah perdamaian dunia.
Forum tingkat tinggi tersebut dihadiri oleh para pemimpin dunia, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Prancis, Raja Yordania, Emir Qatar, hingga Presiden Turki.
Terlebih, kata Teddy, Presiden AS Donald Trump secara khusus menyampaikan penghargaan atas kehadiran Prabowo. Ia menegaskan, diplomasi yang dilakukan Indonesia selalu berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita perdamaian.
"Diplomasi yang dilakukan Indonesia selalu berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita perdamaian," kata Teddy kepada wartawan, Rabu (15/10).
Keterlibatan Indonesia dalam kesepakatan damai tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan peran bangsa Indonesia dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Prabowo dalam pidato di KTT Gaza juga telah menegaskan bahwa Indonesia mendukung penuh gencatan senjata Israel dan Palestina. Hal itu diharapkan dapat menjadi langkah awal terhadap kemerdekaan rakyat Palestina.
"Indonesia mendukung penuh gencatan senjata permanen sebagai langkah menuju perdamaian yang nyata dan abadi antara Israel dan Palestina,” kata Prabowo di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10).
Dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina juga diwujudkan dalam langkah nyata. Pemerintah Indonesia telah mengirim lebih dari seratus tenaga medis dan dokter ke wilayah Gaza untuk membantu korban perang.
Selain itu, sebanyak 60 anak muda Palestina mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan).
Tak hanya itu, Indonesia juga mengirim kapal rumah sakit yang membawa logistik dan peralatan medis ke kawasan konflik. Langkah itu memperlihatkan bahwa politik luar negeri Indonesia bukan sekadar pernyataan, melainkan mampu memberikan perdamaian dunia.
"Kami menyatakan bahwa Indonesia siap, jika diminta untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian. Indonesia siap," pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
