Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 19.04 WIB

Rentetan Demonstrasi di Indonesia Mencekam, Mahfud MD: Setuju Perkeras Protes, Tapi yang Terjadi Sudah Terlalu Jauh

Mahfud MD selaku pihak pemohon menyapa wartawan sebelum dimulainya sidang perdana perselisihan hasil Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). - Image

Mahfud MD selaku pihak pemohon menyapa wartawan sebelum dimulainya sidang perdana perselisihan hasil Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024).

JawaPos.com - Rentetan demonstrasi di Indonesia sudah berada pada titik yang mencekam. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, pun mengakui hal itu.

Dia menekankan agar rentetan demonstrasi segera diselesaikan oleh pihak berwajib. Tentunya dirinya juga turut mendukung gelombang demonstrasi jika memang ada ketidakpuasan terhadap pejabat pemerintahan.

“Kita setuju perkeras saja protes. Kita mengerti itu. Tetapi yang terjadi sekarang mungkin sudah terlalu jauh,” kata Mahfud MD pada akun Instagramnya @mohmahfudmd, Minggu (31/8).

Mahfud pun menjabarkan mengapa ia beranggapan arus demonstrasi ini sudah terlalu jauh. Pertama, telah menewaskan satu ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas oleh rantis Brimob. 

Kedua, demonstrasi di Makassar telah memakan hingga tiga korban tewas dan gedung DPRD dibakar. Bahkan, di Bandung, polisi tampak dikejar habis-habisan oleh massa demonstran hingga lari berhamburan dan ditangkap hingga ditendang.

“Itu sudah tidak sehat. Tetapi juga di gerbang pemuda sentral di Jakarta ada video beredar sekelompok brimob menangkap seseorang yang sedang demo lalu dibawa ke flyover,” ungkap Mahfud.

“Dia sendirian dikeroyok, ditendang dan dipukul rame-rame. Banyak juga polisi yang berbaring di rumah sakit dalam keadaan luka parah. Bahkan ada polisi yang diculik dari brimob metro yang wajahnya luka luar biasa bahkan badannya juga dipaku,” imbuhnya.

Hal yang sama juga terlihat di jalanan depan beberapa Polres saat dirinya ingin menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Banyak terdapat bangkai-bangkai mobil dan bekas bangunan yang dijebol akibat penjarahan.

“Oleh sebab itu saudara, mari kita sadari bahwa ini tidak bagus, harus kita selesaikan,” jelasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore