Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 09.30 WIB

Imbas Amnesti terhadap Hasto Kristiyanto dan Abolisi untuk Tom Lembong, Pengamat: 2025 ini Politik akan Landai

Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong keluar dari di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong keluar dari di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemberian amnesti dan abolisi untuk terpidana Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong menjadi catatan bagi pengamat Politik Ray Rangkuti. Dia memandang pengampunan itu akan membuat kondisi politik di 2025 akan melandai.

Menurut Ray Rangkuti, secara politis, pemberian amnesti pada Hasto bisa berimplikasi pada dua hal. Pertama, Prabowo makin berjarak dengan Joko Widodo (Jokowi). Kedua, hubungan Megawati dengan Prabowo akan semakin erat.

Lalu, apakah dengan begitu oposisi akan berakhir? Ray mengatakan, ia masih sangsi PDIP akan bergabung ke dalam koalisi pemerintahan Prabowo.

Menurut dia, itu seperti membuang masa depan cerah. Meskipun pengampunan terhadap Hasto disebutnya membuat PDIP punya utang budi pada Prabowo.

“Tetapi menukar sikap politik mereka gegara hal ini, terlalu besar atau tinggi (imbalannya). Risikonya bisa membuat PDIP sendiri terjerembap,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (2/8).

Ray berpandangan PDIP akan tetap di luar koalisi. Tapi, akan berubah menjadi oposisi moderat. Khususnya dalam satu tahun ini. PDIP cenderung akan lebih banyak menahan diri.

“Setidaknya, sampai tahun 2025 ini, PDIP akan mengambil jalan moderat. Tidak terlalu keluar sebagai partai non koalisi pemerintah. Akan banyak landai,” paparnya.

Hal ini sejatinya sudah terlihat dari sekarang. Isu-isu penting yang mendapat perhatian publik, tidak “digas” oleh PDIP. Padahal, isu-isu ini potensial menaikan popularitas dan kesukaan pada PDIP.

Sikap ini juga mungkin akan ditunjukkan oleh kubu Tom Lembong, yang diketahui menjadi tim pemenangan Anies Baswedan di pemilu 2024 lalu.

Oleh karenanya, masyarakat tak perlu heran jika sampai tutup tahun 2025, politik di Indonesia akan sepi dari tukar menukar gagasan. Sepi dari politik yang riuh. “Setidaknya dalam 2025 ini akan landai. Dua kekuatan ini sama. Melandai,” ungkapnya.

Tapi, sikap ini diprediksi tak akan berlanjut sampai ke tahun-tahun berikutnya. Direktur Eksekutif Lingkar Madani ini mengatakan, pada tahun 2026, secara perlahan PDIP akan mulai menarik garis lagi. Sikap politik berbeda akan ditonjolkan.

“Dan ini, bukan hanya PDIP, bahkan kemungkinan akan dilakoni oleh semua parpol. Akan terus membesar dan nyata sampai tahun 2029. Tahun di mana politik harus mulai tegas, garis dibuat, dan kedirian harus ditonjolkan,” paparnya.

Akankah ada peran Hasto dalam kebangkitan PDIP tahun depan? Menurutnya, hal itu mungkin saja terjadi.

Meski kans Hasto kembali menjabat sebagai Sekjen PDIP usai pemberian amnesti belum jelas, namun perannya masih akan tetap kuat.

Hasto diyakini akan mendampingi Megawati dengan peran yang sama, meski dengan cara berbeda bila tak lagi menjadi sekjen.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore