
Dari kiri Sekretaris SC Syaiful Huda Sekjen PKB Hasanudin Wahid Ketua SC Faizol Riza Ketua OC Cucun Syamsul Rizal Sekretaris OC Zainul munasicin saat Rapat Panitia Muktamar PKB 2024 di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (13/8/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos
JawaPos.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Muktamar VI di Bali pada 24-25 Agustus 2024. Salah satu agenda muktamar adalah pemilihan ketua umum. Selama ini PKB diidentik dengan Muhaimin Iskandar.
Kini mulai muncul kader PKB untuk menjadi calon pemimpin di partai yang dekat dengan para nahdliyin tersebut, yaitu Abdul Rochman. Muncul pria yang biasa disapa Gus Adung itu membuat Muktamar PKB semakin dinamis.
Dengan bekal pengalaman sebagai Sekjen Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor periode 2015-2024, Adung mengaku telah mendapatkan restu dari para kiai untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum agar PKB bisa segera dibenahi secepatnya.
"Semua tahu kepemimpinan PKB saat ini kian memprihatinkan dan mendesak untuk ditata kembali. Muktamar VI di Bali menjadi momentum tepat untuk mengembalikan PKB yang lebih bermarwah dan sejalan dengan garis perjuangan para kiai NU. PKB tidak bisa dilepaskan dari kiai karena mereka sebenarnya yang mendirikan dan turut mengawal," ujar Gus Adung di Jakarta pada Kamis (22/8).
Abdul Rochman. (Dok. Pribadi)
Kader PKB kelahiran Jombang itu mengungkapkan, selain dari para kiai, dukungan untuk memimpin PKB telah diperoleh dari sejumlah cabang dan para mantan anggota Ansor yang berkiprah di PKB.
Bekal dukungan itu Gus Adung optimistis untuk ikut kontestasi di Muktamar PKB. Menurut dia, selama ini para kader banyak yang tidak berani bersuara karena gaya kepemimpinan di PKB yang jauh dari prinsip-prinsip demokrasi.
"PKB harus dikembalikan semangat seperti saat para kiai mendirikan 1998 lalu yakni sebagai partai yang terbuka, modern dan reformis. Jangan sekali-kali kita khianati dan melenceng dari jalur perjuangan tersebut. Tanpa itu, PKB hanya terlihat besar dari luar saja tapi hakikatnya rapuh dan menuju arah kemunduran," tandas Adung.
Adung mengajak para pengurus dan kader PKB menjadikan Muktamar VI sebagai forum yang demokratis untuk mengevaluasi sekaligus mencari solusi guna membenahi partai ke depan. Untuk itu, menurut mantan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) ini merumuskan ulang garis perjuangan PKB agar sesuai dengan prinsip dan idealisme saat didirikan adalah sebuah keniscayaan.
Adung yang juga mantan Ketua Umum PMII Cabang Ciputat ini siap membawa PKB ke depan sebagai partai yang berpegang teguh pada garis perjuangan, dekat dengan para kiai sekaligus adaptif dengan perkembangan zaman.
"Kita harus wujudkan PKB ini sebagai partai yang terbuka untuk siapa saja, tidak antikritik, tidak otoriter dan tidak dipimpin dengan cara-cara yang arogan, bahkan dengan nafsu kekuasaan yang tak terbatas," tandasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
