Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Agustus 2024 | 18.02 WIB

Isu Bahlil Lahadalia jadi Ketum Golkar Pasca Airlangga Mundur, Agung Laksono: Akan Gugur Dalam Seleksi

Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, dan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (2/8). - Image

Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, dan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (2/8).

JawaPos.com - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono menekankan bahwa siapapun yang akan mencalonkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar definitif harus dari kalangan pengurus. Pernyataan ini merespons isu bahwa politikus Golkar sekaligus Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dipersiapkan menjadi Ketum Golkar. 

"Ya, pernah jadi pengurus yang siap secara riil, secara sah, pernah jadi pengurus pusat, maupun daerah, itu bisa diterima menjadi ketua umum. Walaupun tidak otomatis, tapi itu persyaratan," kata Agung dikonfirmasi, Senin (12/8).
 
Menurutnya, Bahlil bukan pengurus Partai Golkar di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, jika Bahlil maju pencalonan Ketum Golkar, maka berpotensi gugur.
 
 
"Jadi kita tidak bisa menerima calon ketua umum yang tidak pernah duduk sebagai pengurus, apakah pengurus pusat atau daerah. Itu nanti akan gugur dalam seleksi," ujar Agung.
 
Namun, Agung enggan berbicara lebih jauh perihal isu kepastian Bahlil bakal menduduki ketum definitif tersebut. Karena hal itu butuh melihat dinamika ke depan. "Iya kita belum tahu, kita liat ke depan," tegas Agung.
 
Meski demikian, DPP Partai Golkar belum memutuskan menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua umum, selepas Airlangga Hartarto mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar baru akan menggelar rapat pleno, pada Selasa (13/8) mendatang.
 
Namun, DPP Partai Golkar memastikan roda organisasi di partai berlambang pohon beringin tetap berjalan. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyatakan, yang akan menjalankan organisasi adalah para wakil ketua umum.
 
 
"Jadi insya Allah juga saya sampaikan kepada seluruh kader keluarga besar Partai Golkar, insya Allah roda organisasi Partai Golkar kita ini yang kita cintai akan tetap terus berjalan," ucap Doli dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (11/8) malam.
 
Doli pun memastikan, tidak ada masalah dalam proses pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, meski Airlangga mengundurkan diri.
 
"Proses menghadapi Pilkada, terutama ini buat bapak-bapak dan ibu-ibu yang selama ini berinteraksi dengan Partai Golkar dalam proses pencalonan apakah itu kader Partai Golkar atau kader partai yang lain, insya Allah tidak terganggu, bapak-bapak dan ibu-ibu tetap akan bisa didukung dan dicalonkan oleh Partai Golkar," pungkas Doli.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore