
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers KEM-PPKF di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5). (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Skema ekspor tiga komoditas strategis Indonesia, meliputi Batu Bara, paduan besi atau ferro alloys dan Crude Palm Oil (CPO) secara resmi akan dilakukan secara bertahap lewat BUMN baru, bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Adapun kebijakan itu disebut akan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penerapan bertahap dilakukan agar eksportir memiliki waktu menyesuaikan mekanisme transaksi baru dengan buyer di luar negeri.
Menurut Airlangga, pada tiga bulan pertama implementasi, yang terhitung Juni-Agustus 2026, transaksi ekspor masih dapat dilakukan langsung oleh perusahaan eksportir dengan buyer luar negeri. Namun, dokumentasi ekspor akan mulai diproses melalui BUMN DSI.
“Nah pelaksanaan dilakukan secara bertahap untuk memberikan kesempatan melakukan penyesuaian terhadap perubahan proses transaksi ekspor antara eksportir dan pembeli atau buyer di luar negeri,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers Usai Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
“Tahap awal transaksi ekspor melalui BUMN ekspor ini artinya transaksi ekspor masih dilakukan perusahaan dengan buyer. Sekali lagi saya katakan bahwa transaksi ekspor masih dilakukan oleh perusahaan dengan buyer, namun dokumentasi ekspor sudah dilakukan oleh BUMN dan Danantara Sumber Daya Indonesia,” sambungnya.
Selanjutnya, pada tahap kedua terhitung September-Desember 2026, pemerintah memastikan bahwa proses transaksi ekspor yang dilakukan perusahaan hingga pembayaran wajib dilakukan melalui BUMN DSI.
Dalam jangka waktu itu pula, kata Airlangga, pemerintah akan melakukan evaluasi dari proses ekspor yang dilakukan perusahaan tiga komoditas strategis Indonesia.
“Artinya seluruh proses transaksi ekspor, kontrak, pengiriman barang, sampai pembayaran dilakukan sepenuhnya oleh Danantara Sumber Daya Indonesia dan ini direncanakan per 1 September 2026,” jelas Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani memastikan jika seluruh tahap transisi dan evaluasi sudah terlewati. Maka kemudian, ia menargetkan bahwa proses ekspor komoditas strategis Indonesia dapat diberlakukan melalui platform yang dikelola Danantara pada awal Januari tahun mendatang.
"Kemudian pada bulan awal Januari 2027 Baru kami akan memberlakukan transaksi ini melalui platform kami, platform yang kami sudah set up. Saya bilangnya it's one platform, multiple benefit, the world is happy, Indonesian are happier," tutur Rosan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022