
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menyerahkan KTA Partai Golkar pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat pertemuan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (18/1/2023). Ridwan Kamil menerima jas kuning dan KTA Golkar yang langs
JawaPos.com – Partai Golkar masih mengkaji dua opsi untuk Ridwan Kamil (RK). Yakni, mendukung dan mengusung lagi di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat atau pindah haluan ke kontestasi di Jakarta.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya masih mencermati dinamika politik terkini. Dia memprediksi, setidaknya butuh melihat situasi sampai Juli sebelum mengambil keputusan terkait Ridwan Kamil. "Kita akan terus evaluasi sampai dengan Juli. Tentu akan evaluasi siapa yang maju dan sebagainya, kita tunggu survei juga," ujarnya di DPP Partai Golkar kemarin.
RK, sapaan akrab Ridwan Kamil, telah diusung sejumlah partai. Gerindra sudah menyatakan akan mengusung RK di pilgub Jakarta. Hal senada disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Meski sudah ada dukungan partai lain, Airlangga menegaskan bahwa fakta itu sebatas pertimbangan bagi partainya. Yang jelas, sikap Golkar akan sangat menentukan. Sebab, RK merupakan kader Partai Golkar.
”Pak RK adalah Waketum Partai Golkar. Jadi, tentu Pak RK akan mendengarkan pertimbangan yang ada," tuturnya. Baru setelah itu, akan ada kesepakatan antara ketua umum parpol.
Saat ditanya kekhawatiran kalah start dari Anies Baswedan yang mulai aktif menjalin komunikasi politik, politikus yang menjabat Menko Perekonomian itu menanggapi biasa saja. Dia mengaku tidak khawatir. Dia berdalih, RK sudah lebih dulu sosialisasi.
”Pak RK kan sudah pasang on the way to Jakarta. Kalau Pak Anies kan bergerak-bergerak saja,’’ seloroh Airlangga. Seperti diketahui, Anies mulai rajin berkeliling setelah sempat jeda pasca pilpres. Terakhir, Anies menerima mandat yang disampaikan oleh DPW PKB untuk running di pilkada Jakarta.
Terpisah, Bawaslu mematangkan persiapan pengawasan pilkada. Anggota Bawaslu Puadi mengatakan, pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan jajaran pengawas pemilu se-Indonesia. Tujuannya, meningkatkan kualitas penanganan pelanggaran hingga penguatan sumber daya.
"Kita harus menyamakan persepsi pemahaman persiapan untuk tahapan yang sudah berjalan," ujarnya. Saat ini tahapan pilkada baru sampai pada verifikasi dukungan untuk calon yang maju melalui jalur perseorangan. Dari sisi regulasi, pihaknya tengah merevisi peraturan Bawaslu. Khususnya yang mengatur pelanggaran. (far/c6/oni)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
