
Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya saat peringatan HUT ke-51 PDI Perjuangan di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/1/2024).
JawaPos.com – Prabowo Subianto, tampaknya, berusaha menjalin komunikasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Upaya rekonsiliasi itu diprediksi terjadi pasca munculnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 22 April nanti.
Pengamat politik Ujang Komarudin menjelaskan, upaya Prabowo merangkul PDIP itu terlihat dari kedatangan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Rosan Roeslani ke kediaman Mega saat momen Idul Fitri Rabu (10/4). Bahkan, kata Ujang, Rosan datang dua kali ke rumah Mega. Hal tersebut menunjukkan bahwa kubu Prabowo-Gibran berusaha berkomunikasi dengan presiden kelima RI tersebut.
"Prabowo serius ingin merangkul Megawati," papar dosen Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) itu.
Walaupun kedua kubu bersaing keras pada Pilpres 2024, lanjut Ujang, hubungan Prabowo dengan Megawati tetap terjalin baik. Megawati dan PDIP tidak mempunyai masalah dengan Prabowo. Hal itu juga disampaikan langsung oleh sejumlah politikus PDIP. "PDIP tidak punya masalah dengan Gerindra, kecuali dengan Jokowi," bebernya.
Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto saat acara silaturahmi dan buka puasa bersama internal Partai Demokrat.
Jadi, kata Ujang, setelah kunjungan Rosan ke rumah Megawati, kemungkinan akan dilanjutkan dengan pertemuan antara Prabowo dan Megawati atau Prabowo dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Kepada media, pada 4 April lalu Puan juga telah membuka kemungkinan pertemuan tersebut.
Ujang memprediksi rekonsiliasi antara Megawati dan Prabowo terjadi setelah putusan MK terkait dengan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pilpres. Sebelum itu terjadi, komunikasi kedua belah pihak terus dilakukan.
Terpisah, Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, Prabowo sebagai capres terpilih ingin merangkul semua presiden pendahulunya. Baik itu Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, maupun Presiden Jokowi.
Bahkan, kata Dahnil, Prabowo ingin duduk bersama dengan Megawati, SBY, dan Jokowi untuk membahas cara membangun dan memajukan bangsa. "Bisa ngobrol, berdiskusi, dan sharing ke Prabowo soal pengalaman mereka memimpin Indonesia," ujarnya.
Mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengungkapkan, Prabowo berharap semua mantan presiden bisa bersama-sama terlibat dalam membangun Indonesia ke depan. Peran mereka sangat penting dalam memajukan bangsa.
Dahnil menambahkan, ada dua tujuan yang ingin dicapai. Yaitu, mewujudkan kemajuan Indonesia dalam 5–10 tahun mendatang dan menciptakan persatuan masyarakat.
"Pak Prabowo ingin ada persatuan antarelite yang akan berdampak sampai masyarakat di bawah sehingga tidak terpecah belah," ungkapnya. (lum/tyo/c14/bay)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
