Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Januari 2024 | 23.46 WIB

Dorong Anak Muda Jadi Petani, Prabowo Minta Pupuk Subsidi Tak Diperdagangkan

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyapa relawan saat menghadiri konsolidasi pemenangan Prabowo-Gibran di Kota Bengkulu, Bengkulu, Kamis (11/1/2024).

JawaPos.com - Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto mendorong anak-anak muda Indonesia agar mau menjadi petani. Sebab, saat ini, banyak anak muda yang enggan menggeluti profesi petani.
 
Prabowo mengatakan, persoalan pangan adalah masalah hidup mati bangsa dan merupakan masalah strategis. Oleh karena itu, butuh langkah pasti dari negara menjamin keberlangsungan pertanian.
 
"Jadi itu benar. Kenapa berkurangnya para petani, karena anak-anak muda melihat bapaknya tidak untung, hidupnya susah. Nilai tukarnya tidak cocok. Bahwa ekonomi neoliberalisme ini membuat anak petani sulit mendapat sekolah bagus, karena semua dianggap free market. Memang free market benar tapi hak dasar masyarakat itu tidak boleh diperdagangkan," kata Prabowo di acara Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Jumat, (12/1).
 
 
Menurutnya, ada beberapa program yang benar, yang sudah pernah dilakukan pemerintah sebelumnya untuk mengatasi soal pangan. Yakni saat Badan Urusan Logistik (Bulog) melaksanakan operasi pengendalian harga. Kalau harga untuk petani kurang baik bisa dikendalikan, tetapi konsumen di kota juga dijaga. 
 
"Jadi keberpihakan, pengelolaan, pupuk (subsidi) harus ke petani jangan banyak perantaranya, jangan dibiarkan diperdagangkan. Itu pupuk subsidi untuk rakyat, benih dan sebagainya," kata Prabowo. 
 
Kemudian salah satu strategi yang nantinya akan dilanjutkan adalah lumbung pangan. Oleh karena itu, petani harus dimakmurkan.
 
 
"Kalau mereka (negara impor) tiba-tiba tutup, tidak mau jual, kita nanti mau makan apa? Saya sudah bicara bertahun-tahun, ada rekam jejak digitalnya, cetaknya. Kita harus punya food estate yang besar. Tetapi kita harus bantu petani kita, harus buat petani makmur, anaknya petani mau jadi petani. Seperti di Jerman, petani ke ladang pagi hari dan sore naik mobil, dia ke disco malam-malam," kata Prabowo.
 
Dia mengatakan, pembicaraan terkait pertanian sebenarnya tidak bisa dilakukan hanya dua menit. Ia pun mengajak para anggota Kadin datang ke Hambalang, untuk kembali berdiskusi terkait pertanian. 
 
"Sebenarnya moderator bahas pertanian ini tak cukup dua menit. Jadi begini kalian akan saya undang balik, khusus ke Hambalang. Kita diskusikan pertanian ini selama lima jam. Bagaimana?," ajak Prabowo, yang langsung disetujui para tamu yang hadir.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore