Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 18.17 WIB

Kampanye Capres-Cawapres: Ganjar ke NTT, Prabowo di Tasikmalaya, Anies Jakarta-Banten

Ganjar berdialog dengan warga saat nampak tilas ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, NTT. - Image

Ganjar berdialog dengan warga saat nampak tilas ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, NTT.

JawaPos.com - Para capres-cawapres masih terus berkampanye di sejumlah daerah. Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo berkunjung ke NTT. Di sela-sela kampanye, Ganjar melakukan napak tilas ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Dalam kesempatan itu, Ganjar meninjau berbagai peninggalan ketika pendiri bangsa Indonesia tersebut diasingkan Belanda dan menjadi tahanan politik pada 1934–1938.

”Setiap ke Ende, kami pasti ke situsnya dan di sinilah sekitar empat tahun Bung Karno ada di sini,” kata Ganjar.

Capres Prabowo melakukan kampanye di Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin. Dia berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda sekaligus berziarah ke makam para pendiri dan keluarga besar pesantren tersebut. Kehadiran Prabowo disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Pusat KH Asep Ahmad Mausul Affandi.

Prabowo menyapa para santri saat mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jawa Barat.

”Bapak! Bapak Prabowo!” seru para santri menyambut kedatangan Prabowo. Prabowo juga menyapa para santri seraya melambaikan kedua tangannya.

Sementara itu, capres Anies Baswedan kemarin berkampanye di Jakarta dan Banten. Khusus di Banten, Anies mengunjungi Kampung Nelayan, Desa/Kecamatan Kronjo, Tangerang. Di kampung tersebut, Anies berdialog serta menyerap aspirasi para nelayan setempat. ”Mereka menyampaikan aspirasi atas masalah yang mereka hadapi,” ujarnya.

Anies naik perahu dan berdiskusi dengan warga Kampung Nelayan, Desa Kronjo, Tangerang.

Anies prihatin dengan nasib nelayan di Indonesia. Menurut dia, banyak nelayan yang belum sejahtera karena beberapa hal. Mulai regulasi yang memberatkan dan membatasi mereka hingga tata niaga yang perlu segera diubah. ”Indonesia adalah negara kepulauan dan kita memiliki kekayaan laut yang luar biasa besar. Di sisi lain, nelayan adalah kelompok masyarakat yang kesejahteraannya paling lambat berkembang,” ungkapnya.(lum/tyo/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore