Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 01.56 WIB

PDIP Usulkan Prabowo Gunakan Geopolitik Bung Karno untuk Redam Konflik Global

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com). - Image

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai mengisi kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (11/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya pemikiran geopolitik proklamator RI Soekarno, sebagai pijakan diplomasi luar negeri dan strategi pertahanan Indonesia di tengah dinamika global saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Hasto saat memberikan kuliah umum bertajuk “Pemikiran Geopolitik Bung Karno” dalam rangka Dies Natalis ke-27 Universitas Bung Karno di Aula Ir. Soekarno, Jakarta, Kamis (11/6)

Dalam pemaparannya, Hasto menilai konsep Siklus Geopolitik Soekarno masih relevan digunakan Presiden Prabowo Subianto apabila Indonesia ingin mengambil peran sebagai fasilitator perdamaian dunia, khususnya dalam meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.

"Kalau Presiden Prabowo berkehendak menjadikan Indonesia sebagai peace facilitator untuk masalah Timur Tengah, ini (Siklus Geopolitik Soekarno) bisa dipakai," kata Hasto.

Menurut Hasto, pemikiran geopolitik Bung Karno berjalan melalui pola yang sistematis dan dapat diterapkan untuk menghadapi berbagai persoalan internasional secara terukur. Ia menekankan, tahapan pertama dimulai dari perumusan kepentingan nasional atau national interest yang jelas.

Tahapan berikutnya adalah memperluas keterlibatan global melalui pembangunan hukum internasional baru dengan mengedepankan diplomasi dan kerja sama antarnegara. Setelah itu, langkah tersebut diperkuat melalui diplomasi pertahanan guna menciptakan efek penangkal atau deterrent effect yang kuat.

"Siklus ini terus berputar. Kita menciptakan hukum internasional dengan pendekatan diplomasi kita, membangun kerja sama internasional, hingga akhirnya diplomasi pertahanan strategis memperkuat postur pertahanan kita," jelas Hasto.

Ia juga menilai, pendekatan geopolitik tersebut dapat diterapkan dalam upaya meredakan konflik di berbagai kawasan lain, termasuk di Semenanjung Korea maupun ketegangan di Selat Taiwan. Menurutnya, setiap langkah diplomasi Indonesia tetap harus berorientasi pada kepentingan nasional.

"Kita mau menyelesaikan konflik di Semenanjung Korea, kita bisa menggunakan siklus ini. Melalui langkah diplomasi tersebut, kepentingan nasional kita juga diuntungkan," paparnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore