JawaPos.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan merata di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Papua. Pernyataan ini disampaikan Ganjar usai dikukuhkan sebagai tokoh pemerhati orang Papua di Kampung Saukabu, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
"Papua buat saya tidak asing lagi karena kami berinteraksi cukup lama, pada saat kami di DPR berbicara tentang pemekaran," kata Ganjar dalam keterangannya, Selasa (21/11).
Ganjar juga menyatakan komitmennya untuk memberikan akses pendidikan, kesehatan yang mudah, murah, dan berkualitas bagi masyarakat Papua. Selain itu, dia juga menjamin akan menyediakan akses transportasi yang memudahkan bagi masyarakat Papua.
"Dan yang berada di wilayah Raja Ampat ini, pantainya indah, seninya luar biasa, potensi wisatanya dasyat, maka sebenarnya ini adalah kelebihan. Tinggal kita mesti menyiapkan anak-anak kita ini agar mendapatkan pendidikan yang baik, akses pendidikan yang gampang," tutur Ganjar.
"Sehingga kelak merekalah yang punya keahlian. Sehingga saya bayangkan, industri kelautan di sekitar sini akan menyejahterakan masyarakat di sini," imbuhnya.
Sementara itu, Mananwir Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Paul Finsen Mayor meyakini Ganjar merupakan figur yang terbukti memperhatikan masyarakat Papua, terutama terhadap generasi muda. Sebab, saat menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar banyak memperhatikan kebutuhan mahasiswa Papua.
"Selama ini kami sudah lihat bahwa Bapak Ganjar perhatikan anak-anak generasi muda Papua yang sekolah di wilayah Bapak di Jateng. Memperhatikan mereka, bahkan ada yang Bapak bantu sampai menjadi dokter perempuan Papua dan itu suatu kebanggan kami," papar Paul.
"Asrama Papua juga bapak perhatikan, bahkan lampunya padam pun Bapak perhatikan untuk nyalakan walaupun sudah padam tiga bulan. Kemudian bahan makanan untuk mahasiswa-mahasiswa Papua," lanjutnya.
Paul berharap kepedulian Ganjar terhadap masyarakat Papua akan terus ada, khususnya bila menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029. "Ini menjadi tanggung jawab Bapak ketika menjadi presiden nanti, dapat kembali dan memperhatikan kesejahteraan rakyat Papua atau masyarakat adat Papua," pungkas Paul.