
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Menerima surat keputusan yang berisi penunjukkan Gibran sabagai bakal calon Wakil Presiden yang diserahan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlaangga Hartanto pada Rapimnas II Partai Golkar di DPP Golkar, Sabtu
JawaPos.com - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan langkah politik Golkar yang mencalonkan Gibran Rakabuming sebagai Bacawapres mendampingi Prabowo menjadi sesuatu yang paradoks. Ini mengingat Golkar lebih mementingkan kader partai lain dibandingkan kadernya sendiri, dikutip dari ANTARA.
"Pada saat kader Golkar Ridwan Kamil masuk sebagai salah satu cawapresnya Ganjar Pranowo, petinggi Golkar justru mengambil sikap kontra dibandingkan pro," kata Ahmad Atang di Kupang, Minggu (22/10).
Golkar secara resmi melalui Rapimnas telah memutuskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
Baca Juga: Puan Maharani Tegaskan Belum Ada Surat Pengunduran Diri dari Gibran
Sikap politik partai Golkar bukan sesuatu yang mengagetkan karena wacana ini sudah dibaca publik sejak lama.
Hal ini dapat dipahami mengingat koalisi Indonesia maju (KIM) sejak awal didesain untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, maka partai koalisi seperti PAN, Golkar, PBB dan Gelora tetap satu suara mendukung pasangan ini.
Sementara Demokrat sebagai pendatang baru tentu mengikuti irama yang sama, kata Ahmad Atang yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Kupang itu.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Gencarkan Bike To Work, ASN Surabaya Wajib Gowes Saat Ngantor
Dia mengatakan dalam sejarah pilpres, Golkar selalu menjadi partai pendukung dan bukan menjadi partai pengusung. Kader-kader Golkar selalu kalah populer dengan kader partai lain sehingga sikap politik mendukung figur dari partai lain.
Walaupun Golkar pernah menjadi partai pengusung Wiranto dan Jusuf Kalla namun hanya berhenti pada kedua figur tersebut dan tidak ada kelanjutannya.
Baca Juga: Jokowi Restui Keputusan Gibran jadi Cawapres Usai Direkomendasikan Golkar
Dia menambahkan pilihan politik ini akan beresiko terhadap elektabilitas Golkar pada pemilu mendatang.
"Hal ini perlu diwaspadai karena antara pemilu dan pilpres berlangsung pada momentum yang sama," katanya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
