Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Oktober 2023 | 16.37 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Gencarkan Bike To Work, ASN Surabaya Wajib Gowes Saat Ngantor

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengikuti gowes pagi bersama jajaran direksi Pelindo di Balai Kota Surabaya, Jumat (20/10). - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengikuti gowes pagi bersama jajaran direksi Pelindo di Balai Kota Surabaya, Jumat (20/10).

 
JawaPos.com - Pemerintah kota (pemkot) Surabaya tengah menggencarkan kembali Bike to Work atau bersepeda saat berangkat ke kantor.
 
Demi membuat program tersebut kembali menggeliat, pemkot menggandeng pihak lain seperti Pelindo.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan pihaknya akan mewajibkan program Bike To Work yang mulai digalakkan lagi sejak September lalu.

"Kini kita galakkan lagi program Bike to Work dengan menggandeng Pelindo," ujar Eri Cahyadi seperti dikutip dari Radar Surabaya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut menilai, dengan menggandeng perusahaan pelat merah tersebut, program Bike to Work akan mampu menimbulkan spirit baru yang mampu menarik minat masyarakat.

"Dengan kebiasaan berolahraga sepeda ke kantor atau tempat kerja, maka budaya sehat akan terwujud," ujar Cak Eri.

Keinginan Eri Cahyadi dalam menggalakkan program Bike to Work ternyata mendapat respon positif.
 
 
Ia bahkan menerima banyak usulan agar program ini berjalan optimal, salah satunya usulan mengatur titik kumpul.

Usulan tersebut antara lain menetapkan titik kumpul yang berganti tiap pekan. Rencananya, titik kumpul itu berada di kantor kecamatan.

"Nanti kita atur lokasinya, tiap minggu bergantian titik kumpulnya. Rencananya program ini akan diwajibkan tiap Jumat," ungkapnya.

Program Bike to Work sendiri bertujuan agar  menciptakan budaya sehat, sekaligus mengurangi kemacetan. Dengan begitu, kualitas udara di Kota Pahlawan dapat terjaga.

"Sebelum kita ajak masyarakat menggunakan transportasi umum, kita harus memberikan contoh," tegas Eri.

Selain program bersepeda, Eri juga meminta pegawainya menggunakan transportasi umum saat berangkat dan pulang kantor. Namun sejauh ini belum maksimal karena baru 40% yang menjalankannya.

Usut punya usut, dari hasil evaluasi, ketersediaan transportasi umum masih minim. Maksudnya, rute yang ada belum mengakomodasi area tempat tinggal pegawainya.
 
 
Selain itu, transportasi umum belum banyak menjangkau kawasan yang jauh dari jalan raya utama.

"Jadi, orang kalau mau pergi ke kantor atau pemkot, maka kita harus ke Jalan Ahmad Yani dulu, oper Suroboyo Bus. Tapi dari rumah saya ke Jalan Ahmad Yani tidak ada transportasi umum. Ini kita hitung lagi feeder-feeder, terutama yang di sana, perumahan ASN seperti Rungkut atau Tandes. Nah, kalau ada feeder-nya kan lebih enak,” jelas Eri.

Selain menyiapkan feeder baru, Eri juga memiliki alternatif skema lain, yaitu menggeser unit yang ada untuk menjangkau rute baru.
 
Namun jika belum tersedia armadanya, ia menyarankan bersepeda daripada kendaraan bermotor pribadi.

"Kalau dari rumah tidak ada angkutan umum ya naik sepeda," pungkas Eri.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore