Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melakukan mentoring terhadap 1.000 pelaku UMKM di Pendopo KRT Sosro Koesomo, Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Jumat (23/6).
JawaPos.com - Program Kartu Tani yang dicanangkan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah, sejak 2015 telah sukses menurunkan keluhan petani pada kelangkaan pupuk bersubsidi. Bahkan, Kartu Tani berhasil menambah jumlah petani di Jawa Tengah.
Salah satu kegunaan Kartu Tani ini juga untuk menjaga meratanya distribusi pupuk di kalangan petani yang membutuhkan. Pasalnya, saat ini pupuk yang disediakan pasti tidak akan mencukupi kebutuhan petani. Sebab, pupuk yang disediakan pemerintah hanya sepertiga dari kebutuhan petani. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman saat Raker dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (19/9).
“Jadi kalau memang apakah pupuk kami telat, apakah pupuk kami ini bisa dilihat dari digital. Memang akan terus diteriakan langka, karena pupuk yang tersedia kalau berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Kelompok secara Elektronik (eRDKK) bahwa keperluan pupuk sebesar 25 juta ton sementara pupuk yang bisa disediakan oleh subsidi sebesar 9 juta,” ujar Achmad.
Merespons hal itu, Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, program Kartu Tani adalah satau satu upaya nyata di daerah dalam merespon kondisi persoalan pertanian yang ada. Hal ini tentu bisa dibawa ke tingkat nasional, jika Ganjar Pranowo terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2024. Namun, Kartu Tani itu harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah yang ada di Indonesia.
"Kalau di Jateng sudah dipraktekan tidak ada keluhan dan berhasil, tidak membebani petani saya rasa bisa. Cuma harus diperhatikan sesuai karakter masing-masing wilayah," kata Trubus dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/9).
Trubus menjelaskan, Kartu Tani itu dapat menghadirkan solusi bagi Indonesia, untuk berhasil menjadi swasembada pangan. Bahkan, diharapkan ke depan tak lagi melakukan impor pangan dari luar negeri.
Ia menekankan, program Kartu Tani itu bisa menjadi solusi swasembada pangan di Indonesia. Serta memudahkan para petani mendapatkan pupuk untuk menghasilkan pangan yang berkualitas.
Namun, ia meminta Kartu Tani itu harus dimodifikasi sesuai karakteristik wilayah atau demografi di Indonesia.
"Karena kan Jawa Tengag berbeda dengan Jawa Timur, berbeda Jawa Barat walaupun sama-sama Jawa. Apalagi yang diluar. Mungkin nanti perlu dimodifakasi, disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya sesuai demografi," ucap Trubus.
Oleh karena itu, Trubus mengharapkan ada konsistensi dari pemerintah ke depan agar Indonesia tak lagi melakukan impor pangan. Sejatinya, bangsa Indonesia bisa menghasilkan pangan dari dalam negeri, terlebih bisa menjadi pengekspor pangan bagi dunia internasional.
"Kalau dilaksanakan secara konsisten bisa," pungkas Trubus.
Diketahui, Kartu Tani adalah salah satu inovasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam upayanya menciptakan tata kelola pertanian terbaik di daerahnya. Termasuk juga bagian dari kerja-kerja pemerintan provinsi agar menguntungkan petani sebagai produsen dan masyarakat umum selaku konsumen.
Program Kartu telah digagas sejak tahun 2015 silam. Awalnya, inti program tersebut ditujukan untuk memberikan pupuk bersubsidi kepada petani membutuhkan, nyatanya Kartu Tani punya manfaat ganda. Pasalnya menurut Ganjar, hal terpenting yang bisa diambil dari Kartu Tani adalah data.
“Kartu Tani itu mendata petani. Siapa, di mana, berapa, tanam apa, kapan, itu mesti kita ketahui. Kalau itu masuk maka sebenarnya ini bagian dari perintah Presiden satu data Indonesia berkaitan dengan petani,” kata Ganjar di Puri Gedeh, Kota Semarang, Jateng.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
