
Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate. Jhonny mengkritik Prabowo terkait impor beras.
JawaPos.com - Beredar kabar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akan mundur dari jabatannya. Jhonny merupakan kader dan juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem.
Informasi simpang siur itu dibantah oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali. Informasi yang menyebutkan Jhonny mundur dari posisi Menkominfo tidak benar.
"Nggak benar. Saya barusan bicara sama pak Johnny," kata Ali dikonfirmasi, Kamis (5/1).
Beredarnya kabar ini seiring masifnya isu perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Dia memastikan, rekannya Johnny G Plate tidak mundur dari kursi Menkominfo.
"Kalau reshuffle saya nggak tahu, tapi kalau untuk mundur enggak. Saya barusan bicara sama dia, dia tidak memberi kabar apa-apa," tegas Ali.
Oleh karena itu, Ali memastikan informasi yang beredar terkait mundurnya Johnny G Plate dari jabatan Menkominfo tidak benar. "Menurut kami kabar itu nggak benar," cetus Johnny.
Sebelumnya, Johnny yang juga berstatus Sekjen Partai NasDem merespons pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat yang meminta agar dua menteri dari Partai NasDem dievaluasi. Johnny meminta, Djarot tidak merecoki urusan reshuffle atau kocok ulang Kabinet Indonesia Maju.
Menurut Jhonny, perombakan jajaran pembantu kepala negara merupakan mutlak hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Terlalu banyak politisi saat ini yang merasa seolah-olah jadi Presiden dadakan dan mencoba mengatur hak prerogatif Presiden. Enggak usahlah itu, tidak perlu membuat ruang publik dan diskursus politik menjadi bising yang tidak bermanfaat," ucap Jhonny kepada wartawan, Rabu (4/1).
Jhonny meminta, Djarot untuk fokus pada penyelenggaraan negara dan pembangunan nasional yang membutuhkan stablitas politik. Dia pun memastikan, Partai NasDem akan mendukung jalannya pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sampai selesai.
"NasDem terus memberikan dukungan pada pemerintah dan tidak akan menjadi desertir politik. NasDem mendukung pak Jokowi dengan segenap kemampuannya baik di pemerintahan maupun di parlemen," ujar Jhonny.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat menyindir dua menteri Kabinet Indonesia Maju dari Partai NasDem, yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Menurut Djarot, kedua menteri dari partai pimpinan Surya Paloh itu perlu
dievaluasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Satu kinerjanya, dua termasuk partainya. Kalau memang gentle betul sudah seperti itu, akan lebih baik untuk menteri-menterinya (NasDem) lebih baik mengundurkan diri," ujar Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/1).
Djarot menyindir agar menteri dari Partai NasDem untuk lebih berani menentukan sikapnya. Terlebih, NasDem sudah menarasikan bahwa bakal calon presiden yang diusungnya bertolak belakang dengan Presiden Jokowi.
"Itu lebih gentle. Ya, sebab apa, sebab rupanya, mungkin agak tidak cocok dengan kebijakan Pak Jokowi, termasuk yang disampaikan adalah sosok antitesis Pak Jokowi," pungkas Djarot.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
