
Photo
JawaPos.com - Mantan pelatih terbaik batalyon Raider Mayor (Purn) Muhammad Saleh Karaeng Sila memperingatkan Dewi Tanjung. Pasalnya eks calon legislatif PDIP telah menyerangan Annisa Pohan yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Saleh yang merupakan senior AHY di Militer itu menegaskan agar, tak lagi nyinyir dan menyebut-nyebut nama AHY. Ia juga dengan tegas mengimbau agar tidak membangunkan macan tidur Tidar di Tanah Air.
“Tolonglah jangan bangunkan macan-macan Tidar di negeri ini. Kami sudah capek perang melawan musuh-musuh negara dulu. Kami sekarang ingin membangun negara. Saya sudah capek perang, masak saya sekarang ini masih harus mencari-cari yang kayak gini-gini lagi seperti ini dengan rakyat sendiri,” tegas Salah dalam keterngannya kepada JawaPos.com, Minggi (18/7)..
Saleh yang juga pernah melatih Panglima Divisi Infanteri Kostrad Mayjen TNI Kunto Wibowo, putra mantan Wapres Try Soetrisno itu menegaskan, Dewi tak pantas lewat medsos mempertanyakan kemampuan seorang AHY yang merupakan lulusan terbaik. Peraih Adhi Makayasa (gelar bagi lulusan terbaik Akmil -red) di angkatannya.
"Adik saya ini rela mengorbankan nyawanya untuk membela Tanah Air. (Dia) ke Lebanon (sebagai anggota pasukan perdamaian), rela mengorbankan nyawanya untuk membela nama baik negara ini, memimpin pasukan ke sana,” ujar Saleh dengan logat Sulawesi yang kental.
Saleh juga menegaskan, bahwa apa yang disampaikan Annisa Pohan ini hanya mengingatkan Pemerintah, agar jangan menjual vaksin pada rakyat. Karena sejak awal Presiden Jokowi sudah menegasakan bahwa vaksin itu gratis untuk seluruh rakyat Indonesia.
“Seluruh rakyat Indonesia pasti setuju dengan statemen Annisa ini. Dia menyampaikan kebenaran kok. Tidak ada yang salah. Ini untuk mengingatkan, agar Pak Jokowi jangan rusak namanya. Masak vaksin dijual?” kata Saleh sebagaimana juga dalam rekaman video yang diunggah di kanal YouTube MPS.
Karena itu, gayung bersambut. Presiden Jokowi membatalkan program vaksin gotong royong individu atau vaksin berbayar, pada Sabtu (16/7), empat hari setelah Annisa mencuit. Semula program ini akan digelar di seluruh klinik Kimia Farma dengan biaya hampir Rp 900.000 untuk dua kali vaksin, termasuk layanan. Kimia Farma memungut 20% marjin keuntungan dari vaksin dan 15 persen marjin keuntungan dari layanan dari program ini.
Seperti diketahui, Dewi Tanjung,41 sempat maju menjadi caleg dari PDIP tapi gagal. Ia hanya bisa memperoleh 7.000 suara pada Pemilu 2019 lalu. Pada tahun yang sama ia dilaporkan ke polisi karena membuat tuduhan palsu atas penyidik KPK Novel Baswedan, Waktu itu Dewi menuduh Novel Baswedan berpura-pura kena siraman air keras.
Ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti Jakarta Abdul Ficar Hadjar mengatakan Dewi Tanjung bisa dikenakan Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu. Pasal tersebut berbunyi: "Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.”

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
