Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 April 2019 | 06.45 WIB

Elite Diimbau Menahan Diri Menjelang Keputusan Resmi KPU

Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut. (Issak Ramdhani/Dok. JawaPos.com) - Image

Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut. (Issak Ramdhani/Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Penghitungan real count di Komisi Pemilihan Umum masih berlangsung. Sebelum ada keputusan resmi dari penyelenggara itu, semua pihak diimbau untuk menahan diri. Terutama para elite politik.

Setelah berlangsungnya Pilpres dan Pileg, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi sikap Prabowo Subianto. Capres 02 telah meminta para pendukungnya untuk
tetap tenang dan tidak menggunakan cara-cara di luar hukum dalam menyikapi hasil Pilpres 2019.

“Saya apresiasi pidato Pak Prabowo yang tidak akan menggunakan cara-cara di luar hukum. Ini bagus dan contoh baik dalam berdemokrasi," kata Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (18/4).

Dengan situasi saat ini, pria yang biasa disapa Gus Yaqut itu mengimbau para elite politik untuk menahan diri. Tidak melakukan klaim-klaim atau perayaan kemenangan berlebihan.

Pasalnya KPU baru menyampaikan hasil resmi pada 22 Mei mendatang. Dengan cara seperti itu para pendukungnya akan tetap tenang. Potensi ketegangan dapat terhindarkan. Suasana pun tetap kondusif setelah Pilpres.

“Kalau Pak Jokowi hanya mengucapkan syukur merespons hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei. Tidak ada perayaan atau eforia kemenangan. Adem,” sebut Gus Yaqut.

Dia mengimbau bagi yang keberatan dengan adanya keberatan hasil pilpres, maka dapat disalurkan lewat mekanisme hukum. Mulai dari tingkatan paling bawah hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). n“Kalau Pak Prabowo keberatan dengan hasil Pilpres, ya ajukan saja keberatannya melalui jalur yang sudah disediakan. Ada KPU, Bawaslu, DKPP. Kalau perlu ajukan ke MK sebagai mekanisme penyelesaian sengketa. Simpel. Kita menginginkan semua diselesaikan dalam kerangka demokrasi. Jangan mendelegitimasi penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Menurutnya sejauh ini Pemilu sudah dilaksanakan dengan jurdil, transparan, dan tanpa intervensi apa pun. Pemilu menjadi pesta untuk seluruh rakyat Indonesia. Terlihat dari antusiasme mengikuti hajatan lima tahun sekali ini sangat tinggi.

Oleh sebab itu, siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden nanti harus didukung. Setelah pesta demokrasi ini seluruh rakyat Indonesia kembali bersatu, menjaga persatuan dan kesatuan. “Berbeda pandangan dan pilihan politik itu wajar dalam negara demokrasi. Biasa saja. Yang penting adalah persatuan bangsa harus tetap dijaga. Mari rekatkan kembali. Hidup dalam suasana harmonis jauh lebih nyaman dan menyenangkan.”

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore