
ILUSTRASI UANG. Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai membenarkan adanya oknum pemuka agama yang banyak melakukan transaksi keuangan mencurigakan dibanding oknum pengurus partai politik.
JawaPos.com - Selama Januari hingga September 2018 tercatat ada 14.836 transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan pegawai swasta. Bahkan ada 44 laporan yang diterima Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait oknum pemuka agama.
Menanggapi hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) membenarkan jika pemuka agama kerap mendapat aliran dana yang langsung masuk ke dalam rekening pribadinya. Namun itu semata untuk keperluan sosial.
"Tokoh agama yang dimaksud siapa, karena Kyai pesantren juga tokoh agama dan banyak pesantren yang belum memiliki yayasan. Umumnya Kyai mendapatkan bantuan dari berbagai komponen masyarakat secara langsung ke rekening pribadi kyai," kata Kabiro Humas Kemenag Mastuki kepada JawaPos.com, Senin (19/11).
Meski banyak perseorangan mendapat aliran dana langsung ke pribadi pemuka agama. Namun uang tersebut diperuntukan untuk kegiatan sosial, seperti pembangunan masjid hingga pondok pesantren.
"Namun demikian semua bantuan itu dipergunakan untuk mengembangkan lembaga pendidikan atau membantu kehidupan santri yang kerapkali dibiayai oleh pesantren alias gratis," ujarnya.
Kendati demikian, Mastuki memastikan bahwa aliran transaksi tersebut sampai pada yang membutuhkan. Pasti ada pertanggungjawabannya.
Sebelumnya, Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai membenarkan adanya oknum pemuka agama yang banyak melakukan transaksi keuangan mencurigakan dibanding oknum pengurus partai politik.
“Ya kalau dilihat dari profile tentu sensitif karena mereka menggunakan rekening pribadi untuk urusan-urusan keagamaan seperti menerima sumbangan. Ini berlaku untuk agama mana saja ya,” kata Dian kepada JawaPos.com, Minggu (18/11).
Kendati membenarkan, Dian enggan berspekulasi apakah oknum pemuka agama tersebut melakukan tindak pidana. “Itulah sebabnya menjadi menyimpang profile nya. Kalau nama lembaga yang dipakai tentu nggak masaalah ya. Tapi itu jangan diartikan pasti bermasalah ya,” jelas Dian.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
