Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 00.30 WIB

Lewat Seleksi Anggota Majelis Masyayikh, Kemenag Kawal Standar Mutu Pesantren

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said. (Kemenag) - Image

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said. (Kemenag)

JawaPos.com - Atensi Kementerian Agama (Kemanag) terhadap berbagai kasus kekerasan seksual di pondok pesantren (ponpes) diwujudkan dalam berbagai langkah. Salah satunya melalui seleksi anggota Majelis Masyayikh periode 2026–2031. Dalam seleksi tersebut standar mutu pesantren menjadi penekanan.

Sejauh ini proses seleksi sudah sampai pada tahap wawancara. Para calon anggota Majelis Masyayikh ditanyai secara langsung oleh 9 anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang dipilih dan ditetapkan secara langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Berdasar data dari Kemenag, secara keseluruhan ada 83 bakal calon yang terdaftar mengikuti proses seleksi. Mereka terdiri atas 61 peserta yang melakukan wawancara secara daring atau online serta 22 peserta secara luring atau langsung. Proses tersebut berlangsung pada 25-27 Juni 2026.

”Wawancara dilakukan sebagai proses pendalaman terhadap kapasitas keilmuan, integritas, pengalaman, dan visi para bakal calon,” ungkap Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said dikutip pada Sabtu (28/6).

Basnang menegaskan bahwa Majelis Masyayikh memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren. Karena itu, proses seleksi harus memastikan para calon terpilih memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.

”Proses seleksi perlu memastikan bahwa calon yang terpilih memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan,” tegasnya.

Menurut Basnang, salah satu aspek penting yang menjadi perhatian Kemenag adalah kemampuan calon anggota Majelis Masyayikh dalam memahami dan mengawal standar mutu pendidikan pesantren. Bagi Kemenag itu aspek yang sangat penting.

”Termasuk (kemampuan) pengembangan kurikulum serta sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan karakteristik dan kekhasan pesantren,” ucap dia.

Selain kapasitas keilmuan, komposisi keanggotaan Majelis Masyayikh juga diharapkan mencerminkan keberagaman latar belakang dan keahlian. Kemenag ingin pengisi Majelis Masyayikh mewakili rumpun keilmuan, pengalaman manajerial, kemampuan teknis, dan aspek administrasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore