
Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekjennya Raja Juli Antoni saat di gedung KPU.
JawaPos.com - Dalam beberapa hasil lembaga survei, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di urutan buncit. Bahkan partai yang dimotori oleh Grace Natalie ini dipastikan akan sulit menembus ke parlementary treshold.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara PSI Rian Ernest mengatakan, adanya hasil dari survei ini menjadi penyemangat dirinya dan juga kader-kader untuk bisa merebut hati masyarakat.
"Jadi kita harus lebih banyak keluar dan blusukan, terus terang kikta di PSI selalu berusaha," ujar Rian kepada JawaPos.com, Kamis (15/11).
Menurut Rian untuk menambah elektabilitas, PSI juga dalam waktu dekat ini akan memasang baliho-baliho besar di sejumlah daerah. Strategi itu dipilih supaya masyarakat mengenal partai debutan ini.
"Balihonya bukan hanya di Jakarta, tapi ada di daerah-daerah lain," katanya.
Rian mengaku memang sebagai partai baru tidak mudah merebut hati masyarakat di Pemilu 2019. Perlu adanya perjuangan keras. Apalagi dengan adanya batasan-batasan yang diberikan oleh penyelenggara pemilu.
"Sebagai partai baru memang tidak mudah untuk menampilkan diri, karena kita enggak bisa juga menampilkan diri di media," pungkasnya.
Diketahui, dalam survei Litbang Kompas ada lima partai yang lolos dari parlementary treshold. Adapun partai yang lolos ke Senayan adalah, PDIP (29,9 persen), Gerindra (16,0 persen), PKB (6,3 persen), Golkar (6,2 persen) dan Demokrat (4,8 persen).
Sementara yang tidak lolos parlementary treshold adalah, Partai Nasdem (3,6 persen), PKS (3,3 persen), PPP (3,2 persen), PAN (1,5 persen), Perindo (1,0 persen), Hanura (1,0), Berkarya (0,4), PSI (0,4 persen), PBB (0,4 persen), Garuda (0,3 persen), dan PKPI (0,1 persen).
Survei ini dilakukan pada 24 September hingga 5 Oktober 2018 dengan 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah stratified random sampling di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error lebih kurang 2,8 persen.
Diketahui, 4 partai politik baru yang akan bertarung adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Berkarya, Perindo, dan Partai Garuda. Di antara keempat partai baru tersebut, bisa dibilang PSI menjadi partai yang sering menjadi pemberitaan dan sorotan. Sejumlah kader partai berbasis anak muda itu tak jarang menghiasi media sosial dan televisi.
Namun sayangnya, PSI yang cukup eksis di media sosial itu memiliki elektabilitas yang memprihatinkan. Adjie menyebutkan, dari beberapa hasil temuan survei terakhir, elektabilitas PSI masih stagnan di bawah 0 persen. Alias nanokom (nasib nol koma).
Pada survei yang dilakukan LSI pada 4-14 Oktober lalu di sepuluh provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan, PSI masih meraih suara sebesar 0,2 persen.
"PSI relatif stagnan, tak lebih dari 0 koma, dan tidak akan pernah di atas 3 persen dan 4 persen," paparnya.
Kondisi tersebut semakin dipersulit dengan situasi pemilihan presiden dan pemilihan legislatif dilaksanakan serentak. Menurutnya, situasi ini semakin membuat citra partai politik semakin tergerus dengan paslon di pilpres. Itulah sebabnya, partai-partai politik semakin sulit untuk mendulang elektoral.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
