Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juli 2018 | 21.56 WIB

Jika Jokowi Pilih Ma'ruf Amin, Cerita Masa Lalu Bisa Kembali

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin disebut-sebuat masuk dalam daftar kandidat cawapres yang bakal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang - Image

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin disebut-sebuat masuk dalam daftar kandidat cawapres yang bakal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang

JawaPos.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin disebut-sebuat masuk dalam daftar kandidat cawapres yang bakal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Namun, figur kiai itu lebih dibutuhkan menjadi ulama panutan yang menjaga kerukunan NKRI dan keberagamannya.


Penilaian itu diungkapkan oleh Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin. Pasalnya, saat ini Indonesia lebih membutuhkan sosok yang tokoh muda yang berintegritas dan berpengalaman.


"Ma’ruf Amin itu levelnya menjadi ulama panutan yang menjaga kerukunan umat. Kita sekarang butuh tokoh muda yang punya integritas dan pengalaman," ujar Ujang dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (27/7).


Ujang menduga, Ma'ruf Amin yang saat ini berusia 75 tahun juga dinilai tidak akan memberikan peningkatan elektoral yang signifikan untuk Jokowi. Pasalnya, Ma'ruf tidak berpengalaman di dunia politik dan pemerintahan, serta namanya tidak masuk dalam hasil survei cawapres sejumlah lembaga.


Ujang memberikan contoh, saat mengusung ulama sebagai cawapres tidak ada jaminan bisa mendongkrak elektabilitas. Hal ini merujuk pada Pemilu 2004 saat pasangan Megawati Soekarnoputri bepasangan dengan Hasyim Muzadi. Kemudian Wiranto dengan Salahudin Wahid. Nah, kenyataannya pasangan Susilo Bambang Yudhoyono–Jusuf Kalla (SBY-JK) yang menang dalam hajatan tersebut.


"Jadi bisa saja cerita masa lalu ini kembali, tergantung tingkat kesukaan masyarakat," katanya.


Selain itu, ada risiko juga bila memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Misalnya potensi terjadinya konflik. Pasalnya saat menjadi cawapres nanti akan banyak serangan politik yang dilakukan oleh oknum. 


Nah, Ma'ruf Amin yang menjadi tokoh besar di Nadhlatul Ulama (NU) apabila mendapat serangan seperti itu bakal membuat warga Nahdliyin marah, sehingga kemungkinan ada potensi terjadinya konflik.


"‎Karena Ma'ruf Amin kan tokoh karismatik di NU. Ketika dikritik orang, maka pendukungnya bakal protes besar," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore