
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menantang Joko Widodo di Pilpres 2019.
JawaPos.com - Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menantang Joko Widodo (Jokowi) untuk berduel secara gentle di Pilpres 2019 ditanggapi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai besutan Grace Natalie itu menantang Amien untuk maju di perhelatan akbar lima tahunan tersebut.
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, mengaku benar-benar tidak paham maksud tantangan duel Amien kepada Jokowi. Baginya, tak ada kaitannya tantangan itu dengan menjadi terlihat gentleman.
Dalam pandangan Antoni, Jokowi merupakan sosok yang mengerti, memahami, dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi. Sehingga, tentunya mantan Wali Kota Surakarta itu jelas bersedia berkompetisi secara sehat dan demokratis.
"Saya justru menantang Pak Amien menjadi orang tua yang gentle. Beliau selalu tampil dengan menganggap diri paling benar, paling hebat dan paling mampu di Indonesia ini. Silakan secara gentle maju sebagai cakon presiden tahun depan," kata Antoni dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com, Minggu (10/6).
Antoni pun mencontohkan sikap gentleman yang ditunjukkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Kendati dikenal sebagai sosok yang keras terhadap pemerintahan lawan politiknya, dirinya pun tetap bertarung dalam Pemilu.
"Mahathir Mohamad adalah contoh orang tua yang gentle, orang tua pemberani. Berusia 92 tahun Mahathir terkenal banyak berbicara, banyak mengritik tapi gentle maju dalam gelanggang pertarungan demokrasi," katanya.
"Keyakinannya akan sebuah makna kebenaran dikontestasikan melalui Pemilu. Biarkan suara rakyat menentukan kebenaran sejati melalui kerangka demokrasi," ungkapnya.
Atas dasar itu, Antoni pun menunggu keputusan Amien untuk maju jadi orang nomor satu Indonesia. "Saya tunggu keberanian politik seorang Amien Rais," pungkasnya.
Sebagai informasi, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tegas tak ingin Jokowi memimpin untuk periode kedua. Dia pun menantang mantan Wali Kota Surakarta itu untuk berduel, khususnya dalam perebutan kursi di Pilpres 2019.
"Jadi, saya menantang Pak Jokowi. Mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan pertumpahan darah. Itu nanti ada masanya. Kalau semua mentok, saya kira itu perlu," ucap Amien.
"Tapi, itu masih jauh. Masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi," lanjutnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
