
Aksi buruh menentut persoalan upah adil kerap disuarakan dari tahun ke tahun. Termasuk persoalan membanjirnya Tenaga Kerja Asing di Negerii ini.
JawaPos.com - May Day 2018 yang diperingati setiap tanggal 1 Mei bakal di gelar besar-besaran di Sejumlah Titik Ibu Kota. Ada tiga isu utama yang bakal di suarakan pada hari buruh tahun ini.
Ketum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan mengatakan, tiga isu yang akan disuarakan di Hari Buruh Internasional itu antara lain mulai dari masalah klasik pengupahan hingga persoalan pegawai honorer.
Dijabarkan Muchtar, Isu pertama yang akan disuaraknnya adalah, terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Karena terbukti hanya membuat kaum buruh makin lemah.
"Terbitnya aturan itu nyata-nyata melemahkan serikat buruh dan membuat buruh menderita. Aturan itu ditolak buruh karena upah ditetapkan sepihak berdasarkan inflasi,” ujarnya.
Isu kedua adalah terbitnya Perpres 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA). Regulasi tersebut dinilai Muchtar, tidak berpihak terhadap buruh dalam negeri. Apalagi di saat tenaga kerja asing berbondong-bondong masuk pakai kebijakan bebas visa.
Ketiga adalah masalah keadilan sosial. Termasuk di dalamnya soal soal para honorer yang selama bertahun-tahun mengabdi tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PM).
“Padahal pada era Presiden Soeharto, sangat sedikit mengangkat pegawai honor,” ujar aktivis buruh senior yang pernah merasakan dinginnya penjara orde baru itu.
Lebih lanjut, Muchtar menilai apa yang digambarkan Prabowo Subianto bahwa Indonesia bisa bubar 2030, bisa terjadi bila persoalan ketidakadilan tidak diperhatikan. Pasalnya, dia mengaku pernah membaca laporan di salah satu organisasi petani yang menyebutkakn ada sembilan juta petani di Indonesia tidak punya tanah. Sementara pengusaha tanahnya jutaan hektare.
"Tapi ada 12 pengusaha Indonesia punya tanah jutaan hektare. Dan menurut Komnas HAM, ada satu perusahaan yang tanahnya mencapai 5 juta hektare. Jadi ketidakadilan sosial sampai hari ini belum berubah," tambahnya.
Lebihb lanjut, dikatakan Muchtar, pada saat May Day nanti, sekitar 2.000 massa SBSI terkonsentrasi di pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan organisasi buruh lain sekitar 20.000 di depan Istana Merdeka, dan sekitar 5.000 di depan Gedung DPR.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
