Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 April 2018 | 01.17 WIB

2030 Indonesia Bisa Bubar, Gatot: Saya Tidak Sedang Menakut-nakuti

Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengamini prediksi 2030 Indonesia bisa bubar. - Image

Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengamini prediksi 2030 Indonesia bisa bubar.

JawaPos.com - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sepaham dengan prediksi Indonesia bisa bubar pada tahun 2030. Hal itu sebelumnya sempat ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.


Prediksi Indonesia bubar diketahui, dikutip dari sebuah novel berjudul Ghost Fleet karangan August Cole dan P.W Finger. Isi buku itu sempat menuai polemik. 


Namun Gatot mengaku, dirinya tidak memungkiri bahwa tahun 2030 Indonesia bisa bubar. Hal itu berdasarkan fakta bahwa negeri ini menjadi salah satu negara penghasil energi dan sumber daya alam terbesar di dunia. 


“Kekayaan alam bangsa kita ini tentu saja bisa memicu negara lain iri. Negeri ini diibaratkan seperti gadis elok yang menjadi rebutan. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika Indonesia dikemudian hari menjadi target kekuasaan negara-negara luar,” ungkap Gatot saat menjadi keynote speaker di acara Nusantara Foundation, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (25/4).


Karena itu, dirinya meminta semuan elemen bangsa agar waspada karena memang semua orang ingin memilikinya. Ibarat gadis cantik, Indonesia selalu jadi rebutan.


"Saya tadi ditanya oleh wartawan 'Apakah bisa?' Ya bisa saja, kita kaya, satpamnya tidur, semuanya tidur dirampok untuk menghilangkan jejaknya, dibakar rumahnya ya ilang. Wong kita kaya," imbuhnya.


Pernyataan itu terlontar ketika Gatot memaparkan kondisi persaingan dunia saat ini. Terjadinya pemanasan global lantas memicu krisis air bersih di Afrika yang mendorong rakyatnya berkemungkinan migrasi besar-besaran di 23 tahun mendatang.


Selain itu krisis juga terjadi dengan melesatnya pertumbuhan manusia, akibatnya cadangan pangan kian menepis. Lebih lanjut, Gatot juga mengutip data British Petroleum tentang cadangan minyak bumi makin menipis. Hal itu pula yang dikhawatirkan menjadi pemicu perebutan kekuasan, sebab 70 persen perang didasari oleh penguasaan sumber energi, seperti yang terjadi di Timur Tengah.


"Kalau kita konversi, habisnya bukan 2056 tapi 2030, dari semua inilah maka kita harus benar-benar mulai melek, mulai lihat, krisis pangan, krisis air, krisis energi inilah sebenarnya yang menjadi persaingan yang dicari oleh negara-negara yang tidak mempunyai," papar Gatot.


Meski demikian, Gatot lebih optimistis dalam menghadapi kemungkinan ancaman itu, sebab Indonesia terbilang stabil dalam tingkat pertumbuhan ekonomi. Selain itu geografis laut Indonesia yang setiap tahunnya dilewati oleh 16 persen perjalan kapal dunia, sangat berpotensi dimanfaatkan untuk memperkuat Gross Domestic Product (GDP).


Lebih lanjut Gatot mengatakan, dari hasil penelitian di tahun 2050 nanti Indonesia akan menjadi negara ke-4 ekonomi terkuat dunia. Sedangkan pada rentang tahun 2020-2030 usia produksi Indonesia akan mencapai 68 persen.


“Maka sangat dibutuhkan optimisme para generasi milenial dalam membangun negeri agar Indonesia menjadi negara kuat dan tidak mengalami kehancuran di tahun 2030 atau tahun-tahun selanjutnya,” paparnya.


Gatot juga menegaskan bahwa apa yang dikatakannya bukan untuk menakut-nakuti. Tapi lebih pada mengingatkan agar semua bisa sama-sama waspada menjaga negeri ini.


"Saya tidak menakut-nakuti (2030 Indonesia bubar), tapi inilah yang harus benar-benar kita tanamkan, kita tidak boleh santai, kita harus optimis," pungkas Gatot.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore