
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, saat debat kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (18/2) malam.
JawaPos.com - Ada bahasan menarik ketika debat capres kedua yang berlangsung Minggu (17/2) malam. Yakni, terkait dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, memiliki dua lahan yang luasnya ratusan ribu hektare.
Informasi tersebut lantas mendapat respons dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan, selama ini Prabowo bicara soal kesenjangan sosial. Tapi malah memiliki lahan yang jumlahnya sampai ribuan hektare. Padahal masih banyak masyarakat yang membutuhkan lahan untuk bisa digunaan mencari penghasilan.
"Pak Prabowo atau paling dia menikmati proses kesenjangan sosial itu. Pak Prabowo bagian dari 1 persen orang superkaya yang kuasai aset negara," ujar Antoni kepada JawaPos.com, Senin (18/2).
Sementara terkait pembagian sertifikat yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Antoni, hal itu merupakan redistribusi aset supaya kesenjangan sosial tidak terjadi, termasuk dengan perhutanan sosial. Tahun ini saja ada tujuh juta hektare tanah yang akan dibagikan Jokowi kepada rakyat. Hal itu dilakukan supaya masyarakat bisa produktif.
Selain itu, sertifikasi yang diberikan itu supaya rakyat punya hak terhadap tanah yang dimiliki, mempunyai hak hukum, ada legal formal, legal standing. Sehingga, jika mau berperkarakan, rakyat sudah punya modal.
"Nah poinnya itu, justru terserah aja Pak Prabowo mau balikin ke negara atau enggak. Tapi jangan ngomong soal kesenjangan sosial, jangan bilang itu penyakit. Itu penyakit dari yang mertuanya (Soeharto) bikin, dan dia bagian dari itu. Turut menikmatinya," katanya.
Antoni menambahkan, kalau memang peduli dengan kesenjangan sosial, maka Prabowo seharusnya membagikan tanahnya kepada masyarakat tanpa perlu diminta negara. Itu pun kalau Prabowo punya kesadaran bahwa tanah tersebut merupakan kesenjangan sosial yang tercipta selama ini.
"Jadi bagiin saja ke rakyat. Jadi jangan sembarangan ngomong kesenjangan dan kemiskinan. Semua itu adalah hasil kebijakan masa lalu dan sekarang Pak Jokowi mulai selesaikan masalah itu," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, dalam debat kedua, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik Jokowi selama empat tahun kepemimpinannya membagi-bagikan sertifikat tanah. Menurut Prabowo, jika Jokowi terus membagi-bagikan sertifikat tanah, maka lama-lama tanah akan habis. Generasi selanjutnya tidak bisa memiliki tanah.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengaku lahan yang ia bagikan hanya untuk ke rakyat miskin. Bukan untuk yang para orang kaya. Sehingga yang dilakukannya adalah untuk 'wong cilik'.
Jokowi lantas menyindir Prabowo Subianto yang memiliki lahan besar di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah. Bahkan jumlahnya tidak sedikit hingga ratusan ribu hektare. Jokowi pun mempertanyakan, kok bisa bisa Prabowo mendapatan lahan sebesar itu.
"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," jelas Jokowi.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengakui kepemilikan lahan tersebut. “Memang benar saya miliki lahan itu. Daripada jatuh ke tangan asing, lebih baik saya yang kelola sendiri karena Prabowo berjiwa nasionalis dan patriot,” kata Prabowo saat penyampaian kalimat penutup debat kedua, Minggu (17/2).
Prabowo menambahkan, kepemilikan lahan tersebut sifatnya Hak Guna Usaha (HGU), sehingga suatu saat dapat ditarik pemerintah. Dia pun mengaku bersedia mengembalikan ke negara. "Setiap saat negara bisa ambil kembali dan demi negara saya rela," pungkas Prabowo.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
