
Ketua KPK Agus Rahardjo
JawaPos.com - Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim dipinang Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mendampinginya dalam kontes Pilwakot Bogor 2018. Atas pinangan tersebut, Dedie mengaku menerimanya dan sudah mengirim surat pengunduran diri ke pimpinan KPK.
“Betul sudah diminta Pak Bima, responsnya saya nunggu keputusan resmi pimpinan,” kata Dedi ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (29/12).
Menanggapi adanya surat pengunduran diri yang diajukan Dedie, sejumlah pimpinan KPK mengakui telah membacanya. Mereka juga telah merestui anak buahnya untuk bertarung dalam Pilkada serentak pada tahun 2018 mendatang.
"Pimpinan KPK setuju, merestui, dan mendukung, agar bisa membantu mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih, serta bebas KKN di Kota Bogor," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief. “Pimpinan mengizinkan dan berharap Bogor akan lebih baik jika ada mantan pegawai KPK di Kota Bogor,” imbuh Syarief.
Untuk diketahui, KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018, termasuk Bogor.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
