Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2017 | 19.27 WIB

Jokowi Diminta Waspadai Agenda Pribadi Caketum Golkar

Presiden Joko Widodo - Image

Presiden Joko Widodo

JawaPos.com - Baru di periode kepengurusan saat ini, partai tua dan besar seperti Golkar, tampak tak percaya diri dalam mengatasi persoalan internalnya. Partai belambang beringin ini pun kemudian menyeret-nyeret Presiden Joko Widodo yang sama sekali bukan kader Golkar.  


Persoalan internal Golkar sebetulnya selalu ada di setiap periode kepengurusan, namun hebatnya Golkar selalu bisa bertahan dan bangkit kembali. Tapi kali ini sepertinya beda, semenjak setya Novanto, Ketua Umum Golkar yang saat ini sudah non aktif mendekam di rutan KPK.


Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Leo Agustino. Menurutnya, Golkar sebetulnya memiliki mesin politik dinamis dan jaringan yang sudah terbukti ampuh. Karena itu Golkar bisa dipastikan bakl selalu keluar dari jerat persoalan internalnya.


“Golkar itu unik, wajar jika Golkar bisa bertahan hingga saat ini. Kalau kedinamisannya jangan ditanya, sebab partai ini selalu menjadi ajang rebutan tokoh politik nasional,” ujar Leo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/12). 


Leo menambahkan, Presiden Joko Widodo yang bukan kader Golkar justru harus berhati-hati mencermati berbagai upaya untuk menariknya ke masalah internal partai berlambang beringin itu. Sebab, siapa pun ketua umum Partai Golkar pasti punya ambisi pribadi. 


“Saya tidak terlalu bersepakat apabila ketum partai tidak punya agenda pribadi. Secara tersurat sangat mungkin mereka akan menyatakan arah kebijakan yang mereka ambil berasal dari aspirasi akar rumput, tapi implementasinya selalu saja akan ada agenda balik layar yang tidak pernah kita ketahui,” ulasnya.


Meski demikian Leo mengakui bahwa Golkar memang perlu mengganti ketua umum. Sebab, partai yang kini dipimpin Setya Novanto itu menghadapi tantangan besar, yakni Pilkada 2018 dan Pemilu 2019


“Pada dasarnya saya setuju Golkar harus di-take over guna menjaga citra partai. Ini bukan hanya terkait dengan perhelatan tahun 2019, tapi juga Pilkada Serentak tahun 2018. Golkar perlu mendulang suara guna persiapan 2019,” cetusnya. 


Namun, Leo juga mengingatkan siapa pun ketua umum pengganti Novanto nanti bisa menjaga konsolidasi dan mengayomi semua kelompok kepentingan di Golkar.  


“Sebagai pemimpin yang baik ya memang harus mampu mengayomi semua walau dalam internal partai saya pikir akan terjadi pergantian gerbong,” tegasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore