
Politisi PDIP, Junimart Girsang
JawaPos.com - Sampai saat ini Ketua DPR Setya Novanto tidak diketahui keberadaanya. Bahkan KPK yang rencananya ingin menangkap Setya Novanto pada Rabu (16/11) melam harus gigit jari lantaran gagal membawanya ke Kuningan.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR, Junimart Girsang justru mempertanyakan KPK yang mengaku tidak mengetahui kebedaraan Ketua Umum Golkar itu. Pasalnya, lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo ini mempunyai peralatan yang canggih.
"KPK kan punya alat yang cukup canggih. Jadi kalau disebut KPK tidak tahu keberadaan Setya Novanto, ya mengada-ada," ujar Junimart saat dihubungi, Kamis (16/11).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mencontohkan, apabila seseorang tidak diketahui keberadaanya. Maka KPK dapat dengan mudah menemukannya. Oleh sebab itu dia sanksi KPK tidak mengetahui Setya Novanto ada di mana.
"Misalnya di hutan saja KPK tahu, jadi KPK bisa dilihat track recordnya selama ini," katanya.
Sementara Setya Novanto yang tidak datang ke KPK karena ingin menunggu putusan MK tentang UU KPK yang uji materikan, menurut Junimart sangat wajar. Sebab, sebelumnya KPK yang tidak menghadiri panggilan Pansus KPK saja beralasan menunggu putusan uji materi tentang UU MD3.
"Sehingga kalau Pak Setya Novanto membuat dalil yang sama apakah salah menunggu hasil putusan," pungkasnya.
Sekadar informasi, petugas KPK pada Rabu 15 November 2017 kemarin mendatangi kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Jakarta. Saat ini Novanto sudah berstatus tersangka dalam dugaan korupsi proyek e-KTP.
Maksud kedatangan KPK diungkapkan oleh kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mereka ingin melakukan penangkapan. Namun KPK gagal membawa Novanto, karena tidak berada di kediamannya.
Oleh sebab itu, KPK hanya melakukan pengledahan rumah dengan cat putih itu. Adapun barang yang dibawa oleh KPK adalah tiga koper, satu tas, dan juga satu dekoder CCTV.
Sampai saat ini Setya Novanto juga belum diketahui keberadaanya. Namun ungkap Fredrich dirinya menyakini kliennya masih berada di Jakarta.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
