
Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sat melihat baliho partainya yang sengaja dirusak.
JawaPos.com - Teka-teki ihwal perusak atribut kampanye milik Partai Demokrat pada Sabtu (15/12) di Riau masih menjadi misteri. Beberapa pihak dituduh terlibat perusakan, salah satunya PDIP. Namun, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyano secara tegas membantah berbagai tuduhan tersebut.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar menyebut bahwa bantahan Hasto dinilai mendahului hasil penyelidikan oleh aparat keamanan. Dia mengingatkan, munculnya PDIP dalam kasus perusakan atribut kampanye partainya berdasarkan pengakuan salah satu pelaku yang berhasil tertangkap.
Adapun pelaku yang ditangkap basah oleh DPC Partai Demokrat itu mengaku telah disuruh oleh PDIP untuk merusak atribut kampanye. Dalam kesempatan itu, pelaku juga mengaku memiliki rekan sekitar 35 orang untuk melancarkan aksi yang masuk dalam kategori pidana pemilu itu.
"Dugaan adanya anggota PDIP di balik perusakan dan pembuangan atribut PD kan berdasarkan pengakuan salah satu pelakunya. Menurut kami terlalu cepat Sekjen PDIP Hasto langsung membantah hal tersebut," kata Renanda saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (16/12).
Atas dasar itu, Renanda telah meminta kepada aparat kepolisian untuk mendalami kembali kasus yang telah membuat ketua umumnya marah. Demokrat juga tak mau pengusutan kasus ini hilang begitu saja, seperti halnya kasus kicauan mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
"Jangan seperti yang sudah-sudah semisal laporan pengaduan SBY kepada Saudara Antasari Azhar yang hingga saat ini tidak memperoleh kemajuan di kepolisian daerah Jakarta," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim perusakan atribut kampanye Partai Demokrat bukanlah kebiasaan dari kader partai besutan Megawati tersebut.
"Jadi kalau ada yang mengatakan, di Pekanbaru sana, kita dituduh kader PDIP ada yang merusak bendera Demokrat, itu bukan watak, itu bukan karakter PDIP, " ujar Hasto di Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (15/12).
Hasto juga mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu. Termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye parpol lain.
"PDIP tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi Demokrat," katanya.
"Kami mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu," tambahnya.
Atas dasar itu, Hasto mendorong supaya Demokrat melaporkan masalah itu ke ranah hukum supaya tidak ada tudingan dari masyarakat bahwa kasus itu merupakan sebuah melodrama.
"Atas kejadian tersebut, PDI Perjuangan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas," katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
