Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Desember 2016 | 03.52 WIB

Dicopot dari Ketua DPR, Akom Dizalimi Partainya Sendiri

Ade Komaruddin - Image

Ade Komaruddin

JawaPos.com – Dicopotnya Ade Komarudin dari Ketua DPR sangat disayangkan Pemuda Muhammadiyah. 



Mereka menyebut reposisi Akom ke Setya Novanto merusak etika Poliik yang sejatinya telah dibangun Setnov.  



Menurut Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, awalnya Setnov telah memberikan pendidikan etika politik yang luar biasa. 



Saat itu, Setnov mundur sebagai ketua lantaran namanya disebut-sebut dalam skandal 'Papa Minta Saham’.



“Tapi ketika tiba-tiba dia (Setya Novaanto)mau kembali lagi, seketika itu merobohkan standar moral yang sudah dibangunnya.Apa yang sudah dia bangun, dia rusak sendiri. Jadi jatuhnya lebih terpuruk. Secara publik citra Golkar cenderung menjadi rusak,” kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Rabu (30/11).



Namun yang lebih menyakitkan, lanjut Dahnil, pergantian itu telah membuat Ade Komarudin terdzalimi oleh partainya sendiri. 



“Tapi jangan melankolis juga kita melihatnya. Karena faktanya kan mereka sudah siap begitu. Kalau gak (siap) jangan masuk politik orang itu. Saya pikir Golkar sudah terbiasa dengan cara politik seperti ini,” terangnya.



Menurutnya, Setya Novanto telah memanfaatkan suasana politik yang kini tengah menghangat untuk kembali ke kursi pimpinan parlemen Senayan. 



Apalagi, posisi Setya Novanto selaku ketua umum partai koalisi pemerintah memiliki dukungan kuat secara politik.



“Akom miskin dukungan politik. Inilah yang dimanfaatkan oleh Setya Novanto. Dia memanfaatkan ini untuk kembali menjadi anggota DPR,”pungkas Dahnil.



Sementara Pengamat Politik Hendri Satrio menilai, pergantian piminan dewan itu telah memberikan kesan bahwa Ade Komarudin tengah terdzalimi penguasa. 



Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya dukungan politik terhadap Ade Komarudin. “Akom (Ade Komarudin) tidak melakukan perlawanan apa-apa. Dia terima saja dengan lapang dada,” kata dia.



Dicopotnya Akom juga dianggap sebagai bentuk ketakutan pihak istana, akibat munculnya isu makar. Apalagi Akom selama ini dikenal sebagai mantan aktivis HMI dan dekat dengan sejumlah tokoh ulama.



Namun Hendri juga melihat pergantian Akom sebagai momentum yang tepat untuk kocok ulang pimpinan dewan. PDIP sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPR bisa memanfaatkan momentum tersebut.



“Ini momentum yang bagus bagi Megawati untuk mengintruksikan kader partainya untuk mewacanakan kocok ulang pimpinan DPR. Apalagi Setnov saat ini lagi butuh dukungan politik untuk memuluskan langkahnya,” ujar Hendri. 

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore