Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2015 | 18.44 WIB

Setahun Jokowi Pimpin Pemerintahan, Pembangunan Sektor Maritim Masih Jauh dari Harapan

Presiden Joko Widodo. - Image

Presiden Joko Widodo.

JawaPos.Com - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada hari ini (20/10) telah menginjak usia setahun. Namun, masih banyak janji-janji kampanye duet yang beken dengan sebutan Jokowi-JK itu yang  belum ditunaikan.



Menurut pengamat kelautan, Y Paonganan, salah satu janji Jokowi-JK yang belum terlihat bakal terlaksana adalah gagasan tentang poros maritim dan tol laut. Menurutnya, pembangunan sektor kelauran masih jaur dari harapan. Bahkan dalam setahun pemerintahan Jokowi-JK, tanda-tanda untuk mewujudkan pembangunan maritim belum terlihat.



"Setelah setahun pemerintahan Jokowi-JK belum ada satu pun capaian dalam membangun maritim Indonesia. Jauh panggang dari api jika ditinjau dari visi maritim yang didengungkan Jokowi-JK saat pilpres," kata Paonganan sebagaimana dikutip indopos.co.id.



Dia lantas manyinggung gagasan poros maritim dunia dan tol laut yang dijanjikan Jokowi-JK pada kampanye pemilihan presiden lalu. Alih-alih tol laut terealisasi, ide tentang cara untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia itu justru seperti lenyap tertelan ombak.



Bahkan, kata Paonganan, pemerintah justru sibuk melakukan pencitraan untuk menutupi janji yang tak kunjung terealisasi. Salah satu contohnya adalah langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang seolah mengutamakan ketegasan, tapi ternyata nyatanya pencitraan belaka.



"Menteri Susi hanya sekedar pencitraan lewat aksi menenggelamkan puluhan perahu kayu dengan alasan memberantas illegal fishing. Itu semua bohong," ulasnya.



Pengamat yang lebih sering disapa dengan nama panggilan Ongen itu menambahkan, kebijakan Susi tentang moratorium perizinan kapal penangkap ikan telah mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja. Selain itu, nelayan juga semakin sulit melaut karena tingginya harga bahan bakar minyak.



"Kemiskinan nelayan tradisional malah kian meningkat dengan naiknya harga BBM, daya beli nelayan kian terpuruk. Tak sedikit dari mereka alih profesi," tegasnya.



Ongen bahkan menilai penunjukan Rizal Ramli sebagai menteri koordinator maritim menggcantikan Indrojono Soesilo tak membawa banyak dampak. “Rizal Ramli seakan kehilangan intelektualitasnya, kerjanya hanya kepret sana kepret sini tak ada hasil,” pungkasnya.(ara/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore