Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Januari 2019 | 02.36 WIB

PSI Sebut 'Award' Bikinannya Bentuk Perlawanan Tanpa Kekerasan

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany. - Image

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany.


JawaPos.com - Penghargaan yang diberikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief ditanggapi miring oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Koordnator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut partai yang dinakhodai oleh Grace Natalie ini sedang membuat 'alay' politik Indonesia, istilah yang biasa digunakan kaum muda untuk menyebut sesuatu yang berlebihan.


Menanggpi hal tersebut, Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution mengatakan ‎selama ini, lingkungan politik Dahnil kering dan miskin wacana. Sehingga komentar yang keluar dari Dahnil Anzar atas 'award' yang diberikan oleh PSI, hanyalah komentar seperti itu.


"Padahal, ada makna lebih besar di balik aksi tersebut," ujar Dara kepada JawaPos.com, Sabtu (5/1).


Dara menjelaskan, penghargaan yang diberikan partainya untuk Prabowo, Sandi, dan Andi Arief merupakan bentuk perlawanan tanpa kekerasan. Menurut Dara, pengharapan yang diberikan itu adalah sebuah proses perubahan sosial politik melalui cara-cara simbolik tanpa kekerasan.


"Tradisi protes secara simbolik ini banyak dilakukan tokoh-tokoh besar yang berhasil melakukan perubahan di dunia, seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan Nelson Mandela," katanya.


Menurut Dara, ini bukan sekadar tindakan 'alay'. Melainkan sebuah perjuangan simbolik mengembalikan rasionalitas dalam proses demokrasi Indonesia.


PSI prihatin ada pihak-pihak yang rela menggadaikan rasionalitas dan tega menipu rakyat hanya demi menggapai kekuasaaan. "Sebagai partai politik, PSI merasa punya kewajiban melaksanakan fungsi pendidikan politik dengan cara-cara yang kreatif, bukan sekadar menyebar ketakutan dan kebohongan," pungkasnya.


Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menyebut PSI sedang membuat 'alay politik' dengan membuat award tentang produsen kebohongan. Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Azhar, menyebut PSI sedang mencari perhatian pada pemilu 2019.


"Saya malas nanggapin alay-alay politik gitu. Kami nanggapin apa saja karena istilah saya alay politik, cari perhatian. Terus diapain? Diketawain saja," kata Dahnil.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore