
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, melakukan audensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, menegaskan pentingnya penguatan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai benteng kualitas ruang publik di tengah derasnya arus informasi digital. Penegasan itu disampaikan saat audiensi bersama jajaran KPI, pada Senin (17/11).
Ketua Fraksi Partai Demokrat itu mengapresiasi langkah inisiatif KPI menjalin komunikasi dengan DPR. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa KPI bukan hanya regulator pengawas siaran, tetapi lembaga yang terbuka pada dialog, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Ibas menekankan bahwa dunia penyiaran memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, pola pikir, dan masa depan bangsa.
“Penyiaran bukan sekadar industri. Ia adalah cermin peradaban. Bila cermin itu bening, bangsa dapat melihat arah perjalanannya. Bila cermin itu buram, kita kehilangan peta,” kata Ibas.
Ia menilai perubahan lansekap media yang kian cepat, ditambah kaburnya batas antara televisi, platform digital, dan konten global, menuntut KPI untuk makin relevan dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam pertemuan tersebut, Ibas menyampaikan sepuluh rekomendasi penguatan KPI agar mampu menjalankan mandat publik secara optimal, memperkuat independensi KPI, baik secara struktural maupun fungsional.
Menegakkan aturan secara konsisten dan berwibawa, mengadopsi transformasi digital secara menyeluruh, menguatkan literasi media nasional untuk menangkal hoaks dan disinformasi.
“KPI adalah benteng terakhir kita. Kita tidak menginginkan generasi lahir dari konten yang gelap; kita ingin generasi tumbuh dari konten yang cerdas, bermartabat, dan berketuhanan,” tegas Ibas.
Ibas menegaskan bahwa penguatan KPI merupakan langkah strategis untuk menjaga ruang publik tetap sehat, bermartabat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Fraksi Partai Demokrat akan terus mengawal penguatan regulasi penyiaran, termasuk pembahasan RUU Penyiaran agar mampu menjawab tantangan era digital," imbuhnya.
Sementara, Komisioner KPI, Aliyah, mengungkapkan tantangan pengawasan konten digital yang kini melampaui batas kewenangan KPI.
“Kami menerima banyak laporan terkait konten digital di luar ranah pengawasan. Karena itu, regulasi harus diperbarui agar masyarakat mendapatkan perlindungan yang sama,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
