
Wakil Ketua MPR Edhi Baskoro Yudhoyono berdialog dengan pegiat seni dan seniman di Ngawi, Jatim. (Tim Media Edhi Baskoro Yudhoyono)
JawaPos.com - Wakil Ketua MPR Edhi Baskoro Yudhoyono menemui masyarakat di Ngawi, Jawa Timur (Jatim) dalam masa reses DPR RI. Politisi yang akrab dipanggil Ibas itu turun langsung ke wilayah Jatim sekaligus untuk melaksanakan sosialisasi 4 pilar. Dia menekankan pentingnya keberadaan ruang seni di setiap daerah.
Melalui acara bertajuk Ngawi Berkarya, Kuatkan Seni Budaya Nusantara tersebut, Ibas berbincang langsung dengan para pelaku seni dan seniman yang berbasis di Ngawi. Dia menyerap aspirasi dan mengajak para seniman tersebut untuk terlibat dalam ikhtiar memperkuat karakter bangsa.
Pejabat yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut menyampaikan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya bersumber dari kekayaan alam dan ekonomi, melainkan juga dari seni dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Menurut dia, mencintai budaya tidak cukup dengan mewarisi. Itu harus diwujudkan dengan mementaskan, mempromosikan, dan terus berinovasi.
”Budaya adalah jembatan peradaban. Kalau kita rawat, kita tampilkan, dan kita kembangkan dengan kreativitas, maka identitas bangsa akan tetap hidup dan relevan sepanjang zaman,” ungkap Ibas dalam keterangan resmi pada Rabu (17/12).
Sebagai negara yang besar dan kaya akan warisan budaya, Ibas menyatakan bahwa Indonesia patut bersyukur. Apalagi beberapa warisan budaya Indonesia juga sudah diakui oleh dunia melalui UNESCO. Misalnya batik, gamelan, wayang kulit, kebaya, reog, tari saman, pencak silat, dan angklung.
”Tugas kita adalah menjaga, menghidupkan, dan mengembangkannya agar tidak berhenti sebagai arsip sejarah, tetapi terus tumbuh sebagai sumber inspirasi dan kesejahteraan,” jelasnya.
Legislator asal Daerah Pemilihan Jatim VII itu yakin, Ngawi memiliki potensi besar untuk melahirkan seniman-seniman berprestasi. Dia menyebut beberapa figur yang menjadi inspirasi dan harapan keberhasilan bagi generasi muda Ngawi seperti Almarhum Didi Kempot, Almarhum Mamiek Prakoso, Denny Caknan, dan Tedja Suminar.
”Mereka adalah bukti bahwa dengan ketekunan, karakter, dan keberanian berkreasi, seniman daerah bisa berdiri sejajar di level nasional bahkan internasional,” kata Ibas.
Menurut Ibas, pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Butuh ekosistem yang kuat dan kolaboratif. Selain sinergi antara pemerintah pusat, daerah, komunitas, dan generasi muda, dia menekankan peran penting kementerian sebagai penunjang utama.
”Kolaborasi itulah yang akan membuat seni budaya tidak hanya lestari, tetapi juga berdaya secara ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibas menyampaikan bahwa ruang berekspresi yang memadai bagi para seniman juga sangat penting. Karena itu, dia mendorong agar ke depan tersedia ruang seni yang representatif. Mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Ruang-ruang itu harus pula disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.
”Idealnya setiap kabupaten punya ruang seni, setiap kecamatan dan desa memiliki tempat berekspresi. Di situlah kreativitas tumbuh dan peradaban dijaga agar tidak terputus,” tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
