Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 November 2025 | 20.48 WIB

Bayi Dikubur Hidup-hidup di Banyuwangi, Anggota DPR Minta Sosialisasi KB Digencarkan

Anggota DPR Nihayatul Wafiroh. Susanti Sako/ANTARA

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh merasa prihatin atas peristiwa bayi dikubur hidup-hidup oleh orang tuanya di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Menurutnya, peristiwa ini menggambarkan kompleksitas persoalan di pedesaan.

Rakyat tidak hanya dihadapkan kepada masalah kemiskinan, tetapi juga persoalan mental, psikologis, dan lemahnya sistem pendampingan keluarga. Alasan orang tua melakukan tindakan keji ini karena malu memiliki anak banyak menujukan kuatnya tekanan sosial dan minimnya pemahaman masyarakat terhadap pengasuhan, nilai kehidupan, dan pentingnya perencanaan keluarga.

“Pemerintah daerah tidak boleh menutup mata melihat fakta memilukan seperti ini. Ini bukan sekadar masalah hukum, tapi juga pendidikan parenting, pendekatan psikologis, dukungan keluarga, dan penguatan nilai di komunitas pedesaan," kata Nihayatul dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/11).

Dia menilai, peristiwa ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi program Keluarga Berencana (KB). Masyarakat, terutama di wilayah pelosok harus mengetahui manfaat KB.

“KB bukan hanya soal menunda kehamilan, tapi juga tentang bagaimana keluarga mampu merencanakan masa depan anak-anaknya dengan sehat, bahagia, dan berdaya,” imbuhnya.

Sebagai bentuk keprihatinan, Nihayatul memerintahkan tim Nihayah Center mengirimkan bantuan sekaligus pendampingan psikologis dan pelatihan parenting dasar kepada keluarga korban. Menurutnya, keluarga tersebut tergolong kurang mampu dan sangat membutuhkan dukungan moral maupun sosial.

“Kami berharap kejadian serupa tidak lagi terulang, dan masyarakat di desa memiliki pemahaman serta keberanian untuk mencari bantuan bila menghadapi tekanan,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu juga meminta Pemda dan instansi terkait seperti dinas sosial, dinas kesehatan, dan lembaga keagamaan untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi kasus serupa.

“Saya berharap peristiwa tragis di Banyuwangi menjadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau kembali pola pembinaan dan pendampingan keluarga di tingkat pedesaan, termasuk memperluas akses terhadap layanan KB dan konseling keluarga,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang ibu bernama Solehak, 33, warga Dusun Krajan, Desa Alasbulu, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, diduga mengubur bayinya hidup-hidup. Saat ini, Solehak telah menjalani pemeriksaan polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore