Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 15.46 WIB

Guru Besar UNM Harris Arthur Nilai Pidato Prabowo di PBB Tunjukan Keseimbangan Diplomatik, Berpihak pada Keadilan

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Harris Arthur Hedar. (Istimewa) - Image

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Harris Arthur Hedar. (Istimewa)

JawaPos.com - Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat menuai banyak pujian. Pidato tersebut dianggap menampilkan gaya kepemimpinan yang tegas, percaya diri, dan berakar pada kebenaran moral yang universal.

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Harris Arthur Hedar menilai, Prabowo menggunakan bahasa yang sederhana, tapi lugas. Fokus utamanya adalah menyuarakan kebeneran.

“Inilah retorika khas yang membuat pidato Presiden Prabowo bukan hanya terdengar, tetapi juga dirasakan. Ia menggunakan kutipan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sebagai landasan moral, menegaskan bahwa kesetaraan manusia bukan sekadar jargon, melainkan prinsip yang harus diperjuangkan,” ungkap Harris di Jakarta, Kamis (25/9).

Ketua Umum Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH) ini mengatakan, Prabowo dengan berani menyuarakan keadilan bagi Palestina. Di sisi lain, Prabowo juga tetap menghormati Israel dengan syarat tertentu.

“Inilah keseimbangan diplomatik yang jarang disentuh secara terbuka. Berpihak pada keadilan tanpa menutup pintu dialog. Posisi ini menegaskan Indonesia sebagai jembatan moral yang tetap tegak di atas prinsip, tetapi tidak menutup diri dari realitas geopolitik,” jelasnya.

Wakil Rektor Universitas Jayabaya ini menyampaikan, pidato ditutup Prabowo dengan salam lintas agama. Hal ini dianggap penuh makna dalam menjaga hidup damai antar pemeluk agama.

“Dalam satu tarikan napas, Prabowo memproyeksikan wajah Indonesia sebagai bangsa multikultural, religius, dan toleran. Dunia melihat bahwa Indonesia tidak hanya berbicara soal HAM dan keadilan, tetapi juga menjadi contoh nyata pluralisme yang hidup,” ucap Harris.

Dia menambahkan, mikrofon yang sempat mati karena aturan teknis waktu lima menit, tidak menghalangi suara Prabowo untuk tetap terdengar. Peristiwa ini bisa dibaca sebagai simbol, meskipun ada batasan, pesan kebenaran selalu menemukan jalannya. Bagi publik, momen ini meneguhkan citra seorang pemimpin yang tidak gentar oleh hambatan.

“Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memberikan komentar positif terhadap pidato Prabowo. Ia menilai gaya penyampaian Prabowo tegas, lugas, dan mampu merepresentasikan suara bangsa besar di hadapan dunia. Pujian dari salah satu pemimpin negara adidaya ini semakin memperkuat citra bahwa Indonesia, melalui Prabowo, telah tampil sebagai pemain global yang diperhitungkan,” tandasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore