Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 April 2018 | 02.14 WIB

Cak Imin Ngotot Ingin Jadi Wakilnya Jokowi, Hasto Bilang Begini

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto usai menggelar pertemuan tertutup dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar di kantor DPP PKB, Cikini, - Image

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto usai menggelar pertemuan tertutup dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar di kantor DPP PKB, Cikini,

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan bakal mendukung Joko Widodo (Jokowi) di 2019 mendatang. Asalkan dirinya dijadikan calon wakil presiden Jokowi di Pilpres 2019.


Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto ‎mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa bersikap. Pasalnya, mengenai keputusan pendamping Jokowi baru bisa ditentukan setalah hajatan Pilkada serentak usai.


"Nantinya diserahkan langsung kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, tentu nanti hal tersebut akan didialogkan secara bersama-sama," ujar Hasto usai melakukan pertemuan dengan Cak Imin di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Selasa (10/4).


‎Menurut Hasto keinginan Cak Imin menjadi pendamping Jokowi tidak bisa diputuskan secara sepihak. Mesti ada dialog-dialog dengan para ketua umum partai koalisi dan juga Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).


"‎Nanti hal tersebut akan didialogkan secara bersama-sama, dan kita juga bukan sekali menetapkan calon wakil presiden," katanya.


Namun demikian, Hasto enggan berspekulasi mengenai PKB bakal memberikan dukungan ke capres lain. Apabila keinginan PKB untuk menjadi Cak Imin cawapres Jokowi tidak diakomodir. 


Karena, kata Hasto, di manapun setiap ingin membentuk pemerintahan yang baru akan berunding cukup lama dan alot. Jadi dia menilai wajar apabila keinginan PKB bergabung ke koalisi, asalkan pendamping Jokowi harus Cak Imim.


"Ini merupakan hal yang biasa apalagi kalau berbicara tantangan bangsa dan negara," pungkasnya.


Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan memang pihaknya berminat memberikan dukungan ke Jokowi di 2019. Kata dia, koalisi yang sudah terjalin di 2014 untuk bisa dilanjutkan lagi.


"Secara resmi yang akan diusung PKB di 2019 adalah Jokowi-Muhaimin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Selasa (10/4).


Namun demikian, dukungan itu baru bisa terwujud apabila dirinya dijadikan pendamping Jokowi di 2019 mendatang. Sehingga di Pilpres 2019 mendatang Jokowi berpasangan dengan Cak Imin.


"Memang bukan syarat. Tapi memang itu yang diusung oleh PKB (jadikan Cak Imin jadi cawapres Jokowi)," katanya.


Wakil Ketua MPR ini juga enggan berandai-andai apakah Jokowi dan juga PDIP nantinya akan menolak dirinya menjadi cawapres. Cak Imin tetap berpikir positif bahwa dirinya bisa diterima dan  berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2019.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore