
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan pentingnya makna Nuzulul Quran pada bulan Ramadhan. Peringatan ini tidak boleh sebatas seremonial, melainkan panggilan untuk menghadirkan keadilan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Tadarus Budaya bertajuk Menyambut Nuzulul Qur'an dengan CINTA DAN DOA Bersama untuk Iran yang diselenggarakan oleh DKP Panji Bangsa di Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Tadarus yang dibingkai dalam balutan budaya merupakan hal yang baik. Sebab, budaya juga memiliki andil dalam menciptakan keadaan yang lebih baik di tengah tantangan nasional maupun global yang semakin kompleks.
"Tadarus budaya ini adalah sub dari tadarus Al Quran yang unggul dan lengkap. Budaya menuntut kita untuk berkreasi, menghadirkan, dan berbuat guna menjadikan keadaan lebih baik," ujar Muhaimin.
Menko Pemberdayaan Masyarakat ini menyampaikan, dalam Al Quran terdapat visi tentang rasa aman dan selamat yang hanya bisa dicapai melalui tegaknya keadilan. Oleh karena itu, para pemimpin perlu menghadirkan keadilan tersebut.
"Keadilan harus terus dihadirkan, keadilan tidak bisa datang dari langit. Keadilan itu adalah amanat bagi seorang pemimpin. Esensinya adalah mendekatkan akses bagi orang yang menderita," imbuhnya.
Ia secara khusus menginstruksikan Panji Bangsa untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak umat dan bangsa, terutama bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses kesejahteraan.
"Keadilan harus terus dihadirkan, keadilan tidak bisa datang dari langit, keadilan itu salah satu amanat bagi seorang pemimpin. Dan keadilan itu adalah mendekatkan akses pada orang yang menderita. Disitulah kita hadir, dan saya minta Panji Bangsa hadir untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat, umat, bangsa dan negara," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, menjelaskan bahwa acara ini didesain untuk menunjukkan wajah Islam yang inklusif dan menyenangkan. Peringatan Nuzulul Quran kali ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan mulai dari live music, puisi, stand up comedy, hingga atraksi badut perayaan.
"Pesan kami jelas: bagaimana kita bisa mencintai Al Quran dengan riang gembira. Ya ngopi, ya ngaji, melok (ikut) kiai sampai mati, bela PKB sampai mati," kata Rivqy.
Acara yang berlangsung khidmat namun santai ini diawali dengan khataman Al Quran dan dilanjutakn dengan doa bersama untuk kedamaian di Iran dan solidaritas kemanusiaan global, sebagai perwujudan nilai-nilai universal Al Quran yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
