Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 19.13 WIB

Konflik Palestina dan Israel Tak Kunjung Usai, Perlu Solidaritas Kemanusiaan Secara Global

Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina melakukan aksi damai mendukung gencatan senjata di depan Kedubes AS di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina melakukan aksi damai mendukung gencatan senjata di depan Kedubes AS di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel di Gaza menjadi keprihatinan banyak pihak. Diantaranya disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahta Cholil Staquf. Dia mengatakan perlu menggalang solidaritas global untuk mengatasinya. 

Dia mengatakan kompleksitas tantangan dunia yang terus meningkat. Termasuk konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina yang menimbulkan kekwatiran global. Kondisi itu mendorong berbagai tokoh dan elemen bangsa harus bersatu dalam upaya mewujudkan perdamaian serta menjaga kemaslahatan masyarakat dunia.

Dia mendorong solidaritas internasional terkait berbagai tantangan global. Gus Yahya meyakini bahwa cita-cita perdamaian dunia dapat terwujud melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian dan visi yang sama. Dia optimistis kolaborasi tersebut dapat turut mendukung visi yang telah dirumuskan.

“Kami punya jaringan persahabatan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki concern dan idealisme yang sama. Nanti akan menjadi jaringan kerja sama yang kuat untuk menjalankan inisiatif yang kita gagas,” kata Gus Yahya dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (17/4).

Sebelumnya dalam Silaturahmi dan Halalbihalal di kantor Institute for Humanitarian Islam (IFHI) di Jakarta, Gus Yahya teringat pesan almarhum Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Bahwa memperjuangkan kemanusiaan berarti memenangkan semua pihak.

“Kemanusiaan menang, Islam menang, Kristen menang, Budha menang,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif IFHI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa krisis kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia membutuhkan pendekatan taktis dan kolaboratif. 

Gus Yaqut menilai, salah satu solusi yang dinilai efektif yaitu melalui pendekatan agama. “Krisis kemanusiaan ini salah satu solusi paling jitu bisa dilaksanakan adalah melalui strategi-strategi keagamaan,” ucapnya.

Halalbihalal IFHI dihadiri sejumlah pimpinan kementerian, lembaga dan pimpinan organisasi masyarakat Islam. Mereka antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzili. Kemudian Ketua Baznas Noor Achmad, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Anggota DPD RI Alfiansyah Bustamin atau yang dikenal Komeng, Ketua PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni, dan Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta KH Muhyiddiuĥĝgĝgn Ishaq. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore