Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Desember 2024 | 04.30 WIB

Ibas Minta Pembangunan Infrastruktur Pakai Pendekatan Kawasan Hijau dan Ramah Lingkungan

Edhie Baskoro. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Edhie Baskoro. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyampaikan bahwa infrastruktur adalah kunci utama sebuah bangsa. Infrastruktur berwawasan hijau ramah lingkungan, pemerataan kesejahteraan, konektivitas digital antarwilayah, ekosistem yang terpadu, dan generasi muda sebagai motor penggerak, adalah beberapa hal yang berdampak besar pada terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ibas menympaikan, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dinilai dari infrastrukturnya yang kuat. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Konektivitas Wilayah: Generasi Z, Motor Penggerak Indonesia Maju.

"Kita ingin ekonomi kita tumbuh. Tidak hanya sekadar tumbuh, tapi tumbuh dengan sustainability yang dapat memberikan manfaat. Tidak hanya untuk bangsa, tapi juga masyarakat yang ada di Tanah Air," kata Ibas, Sabtu (14/12).

Ibas menegaskan bahwa infrastruktur yang terbangun harus memiliki pendekatan kawasan hijau, dengan ketersediaan fasilitas yang ramah lingkungan, berjaring, dan terpadu. Indonesia harus memiliki ekosistem yang terbangun secara terpadu.

“Kita selama ini mendengar infrastruktur, adalah satu keharusan, kesatu niscayaan, tapi ketika kita tahu dunia juga berubah, bangsa kita juga harus mengikuti perkembangan zaman. Kita ingin infrastruktur yang terbangun adalah infrastruktur yang pendekatannya dengan kawasan hijau atau ramah lingkungan, yang ada unsur keberlanjutannya dan juga dengan aspek-aspek hijau,” ujarnya.

“Infrastruktur merupakan prioritas utama dan menjadi kunci bangsa kita. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa juga dinilai dari bagaimana infrastrukturnya kuat, dan itu dinilai juga negara maju dilihat dari bagaimana infrastrukturnya benar-benar sudah tersedia,” lanjutnya.

Lebih jauh, putra bungsu Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu berpendapat, infrastruktur adalah pekerjaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Untuk itu, ia menyampaikan bahwa infrastruktur yang berkembang tidak boleh hanya sekadar menciptakan pembangunan, tapi juga bisa menciptakan jalur komunikasi transportasi yang efektif dan efisien.

"Kadang-kadang kalau kita berpikir infrastruktur dibangun dengan anggaran yang besar, tapi ternyata tidak efisien, tidak efektif. Kita ingin mengedepankan aspek-aspek efektivitas, efisiensi, dan produktivitasnya. Kita ingin mendorong agar kegiatan ekonomi dan peningkatan kehidupan masyarakat juga tercapai," kata Ibas.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini memberi contoh salah satu negara yang dinilai cukup berhasil dalam membangun dan menata infrastruktur, yaitu Korea Selatan. Walaupun secara politik akhir-akhir ini Korea Selatan sedang diguncang masalah, tetapi Ibas menilai dalam beberapa dekade belakang, Korsel menjadi negara yang boleh dikatakan infrastrukturnya terbaik dan diciptakan dengan segala perkondisi.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, Ibas menyoroti beberapa tantangan yang masih dihadapi Indonesia terkait pembangunan infrastruktur. Pertama, Anggota DPR RI ini menilai masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah dan ketimpangan ekonomi, terutama antara pulau Jawa dan luar pulau Jawa.

"Kita tahu di masa yang lampau ada komitmen negara, pemerintahan untuk memberikan pembangunan, memusatkan di daerah Kalimantan terkait dengan pembangunan Nusantara kita, Ibu Kota. Tapi kita juga mendambakan pembangunan itu tidak hanya di satu wilayah tertentu, tapi terjadi di seluruh wilayah Tanah Air," ucap Ibas.

Selain kesenjangan pembangunan antarwilayah, tantangan kedua yang dihadapi yaitu terkait akses terhadap pelayanan pendidikan yang terbatas. Bagi Ibas, infrastruktur tidak hanya berhubungan dengan public goods, seperti jembatan, pelabuhan, terminal, dan bandara. Akan tetapi, infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya juga harus terakomodasi.

"Nah infrastruktur hijau yang belum rata dari kota hingga daerah itu juga merupakan salah satu tantangan kita, termasuk di dalamnya adanya terbatasnya transportasi publik yang ramah lingkungan. Jakarta mungkin sudah memulai, tapi saya belum melihat di daerah-daerah lain sudah menggunakan transportasi atau moda yang lintas jaring, lintas wilayah, dan ramah lingkungan," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore