Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 13.26 WIB

PDIP Pilih Pramono Anung Dibanding Usung Anies di Pilkada DKI, Pengamat: Tanpa Sadar Mereka Masuk Perangkap!

 

Anies Baswedan (kanan) bertemu dengan Rano Karno di DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/8). (istimewa)

 
JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dianggap lebih diuntungkan jika mengusung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024 dibanding Pramono Anung. Pengusungan Pramono dianggap jebakan bagi PDIP.
 
“Tanpa sadar mereka sekali lagi masuk perangkap. Sebab si calon adalah representasi istana yang hari ini pun masih nyaman jadi stafnya Jokowi,” kata Direktur Ekskutif Oversight of The Indonesian Democratic Policy, Satyo Purwanto dalam keterangan tertulis, Rabu (28/8).
 
Menurut Satyo, harusnya PDIP dapat mengambil momentum dari perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia agar tegaknya konstitusi dan demokrasi di Indonesia. 
 
“Dari pembajakan dinasti Jokowi melalui revisi UU Pilkada yang akhirnya kandas dengan gempuran demo besar-besaran hampir di seluruh Indonesia,” imbuhnya. 
 
Momentum ini akan terasa maksimal jika PDIP mengusung Anies. Sebab, aktivis buruh menilai Anies sebagai sosok yang mampu membawa perubahan.
 
“Momentum golden tiket bersama Anies yang berdasarkan riset internal memiliki kekuatan 57 persen mestinya bisa berakibat multiplier efek guna mendongkrak kembali suara PDIP secara nasional,” ungkap Satyo. 
 
Peristiwa ini juga bisa menjadi momentum PDIP membalikan keadaan. Mengusung Anies sama saja memicu puluhan juta simpatisannya mendukung PDIP.
 
Sebelumnya, PDI Perjuangan resmi mengusung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) pada Pilkada Jakarta 2024. Rencananya, keduanya akan mendaftarkan ke KPUD Jakarta, Rabu (28/8) besok, sekitar pukul 11.30 WIB.
 
 
"Pak Pram besok mendaftar jam 11 di KPU sama Rano Karno," kata Bendara Umum (Bendum) DPP PDIP, Olly Dondokambey dikonfirmasi, Selasa (27/8).
 
Olly menjelaskan, Pramono Anung dan Rano Karno langsung mendaftar ke KPUD Jakarta, tanpa adanya pengumuman terlebih dahulu seperti kebiasaan PDIP selama ini.
 
"Enggak ada, langsung di pendaftaran yah. Liput di pendaftaran aja, KPUD DKI yah jam 11.00 WIB," ucap Olly.
 
Meski demikian, Olly mengaku tidak mempunyai kapasitas untuk menjelaskan pertimbangan PDIP, yang akhirnya mengusung Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024. Sebab, sebelumnya beredar isu PDIP akan mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore