
Plt Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita (tiga dari kanan) saat konferensi pers di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (20/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi satu-satunya calon Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2024–2029.
Plt Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan Bahlil Lahadalia bakal menjadi Ketua Umum Partai Golkar definitif pasca Rapimnas dan Munas XI.
Kepastian itu setelah nama Bahlil Lahadalia lolos dalam proses verifikasi calon Ketum Golkar dan menjadi pendaftar tunggal.
"Kalau ketua umum, kita semua sudah tahu bahwa hanya satu nama yang lolos atau memenuhi syarat. Dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh internal Partai Golkar, steering committee, (pendaftar) sebagai caketum hanya satu, yaitu bapak Bahlil Lahadalia. Kita akan memutuskan Pak Bahlil sebagai Ketua Umum (Partai Golkar) ke depan," kata Agus Gumiwang di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (20/8).
Agus menjelaskan, Bahlil akan hadir dalam pembukaan Munas ke-XI Partai Golkar pada sore nanti atau sekitar pukul 16.00 WIB. Dia memastikan pelaksanaan Munas dan Rapimnas ini bukan hanya sekadar formalitas.
"Calon ketua umum sudah sesuai dengan konstitusi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sudah diverifikasi oleh DPP Partai Golkar melalui SC tadi malam," ucap Agus.
Sebelumnya, DPP Partai Golkar telah membuka pendaftaran calon ketua umum pada Senin, 19 Agustus 2024 mulai pukul 16.00 sampai 22.00.
Sementara itu, Ketua Stering Commite (SC) Munas Partai Golkar Adies Kadir menyatakan, selain Bahlil Lahadalia, ada nama Ridwan Hisjam yang ikut mendaftar sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar.
Namun, panitia menyatakan berkas pendaftaran Ridwan Hisjam tidak lolos, karena tidak memenuhi dua dari tujuh persyaratan yang diperlukan komite. "Yang paling ini (membuat tidak lolos) adalah surat dukungan," ucap Adies.
Adies mengungkapkan bahwa Bahlil telah mengantongi 469 dari 558 pemilik suara atau memiliki 83 persen dari 30 persen suara minimal yang diperlukan. Jumlah itu telah memenuhi syarat minimal 30 persen dukungan dari DPD I dan DPD II.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
