Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juni 2026 | 01.35 WIB

ESDM Alokasikan Rp 5,2 Triliun untuk Jargas Rumah Tangga pada 2027

ILUSTRASI. ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun pada tahun anggaran (TA) 2027 untuk pembangunan jargas rumah tangga. (ANTARA) - Image

ILUSTRASI. ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun pada tahun anggaran (TA) 2027 untuk pembangunan jargas rumah tangga. (ANTARA)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun pada tahun anggaran (TA) 2027 untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun hampir satu juta sambungan, atau tepatnya menyasar 959.232 sambungan rumah (SR).

"Program perluasan jargas rumah tangga multiyears contract (MYC) tahun anggaran 2026-2028 serta konsultan pengawas untuk 959.232 sambungan rumah sebesar Rp 5,2 triliun," kata Tri yang mewakili para Eselon I Kementerian ESDM dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, dikutip Senin (22/7).

Total Pagu Indikatif Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp 27,33 triliun, berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Tri memaparkan, sebesar 82 persen dari total pagu atau senilai Rp 22,48 triliun diprioritaskan untuk belanja program strategis dan infrastruktur fisik.

Selain jargas rumah tangga, alokasi infrastruktur energi di sektor minyak dan gas bumi juga meliputi Rp 3,9 triliun untuk pembangunan satu ruas pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei (MYC 2025–2027).

Selanjutnya, kementerian juga mengalokasikan anggaran untuk satu ruas pipa transmisi gas Semarang-Solo-Jogja (MYC 2026–2028) sebesar Rp 702,3 miliar, serta satu ruas pipa transmisi gas Cirebon-Bandung (MYC 2026–2028) senilai Rp 577 miliar.

Pemerintah, menurut dia, terus mempercepat perluasan jargas rumah tangga sebagai salah satu strategi menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemanfaatan jargas di dalam negeri saat ini masih relatif kecil dan baru tersedia di 86 kota/kabupaten. Padahal dari sisi efisiensi ekonomi, penggunaan jargas diklaim jauh lebih hemat hingga 40 persen dibandingkan dengan LPG tabung.

Guna mempercepat pemanfaatannya, pemerintah tengah mengebut integrasi infrastruktur pipa gas bumi dari Sumatra hingga Jawa, mencakup investasi strategis pada pembangunan pipa transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) serta Dumai–Sei Mangkei (Dusem).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore