
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menerima surat rekomendasi pencalonan di Pilkada Jatim dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono di Kantor DPP PPP di Jakarta, Jumat (12/7/2024).
JawaPos.com - Pilgub Jawa Timur (Jatim) dan Sumuatera Utara (Sumut) merupakan dua provinsi yang mendapat sorotan banyak dalam Pilkada Serentak 2024. Pasalnya, PDIP berupaya menyiapkan kandidat sendiri untuk menghadapi calon petahana Khofifah Indar Parawansa maupun menantu Jokowi, Bobby Nasution.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto memastikan, Pilkada Sumut dan Jatim tak akan diikuti oleh calon tunggal. Tidak akan terjadi pertarungan dengan kotak kosong. PDIP bisa mengusung pasangan calon sendiri di Pilgub Sumut. Di Jawa Timur, komunikasi politik terus dilakukan agar PDIP bisa mengusung calonnya.
“Sehingga kotak kosong itu tidak akan terjadi untuk provinsi Jawa Timur dan Sumatra Utara. Karena ini juga mencerminkan aspirasi rakyat terhadap adanya alternatif-alternatif pemimpin,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).
PDIP terus bergerak cepat menghadapi pilkada serentak. Bahkan Selasa (22/7) mendatang, PDIP akan menggelar pelatihan tim kampanye pada batch yang ketiga. Bagi PDIP, lebih penting menyiapkan mesin partai untuk bekerja, lalu dilanjutkan figur calon kepala daerah sebagai prioritas berikutnya.
Waketum PKB, Jazilul Fawaid, menyerahkan Surat Keputusan (SK) dukungan kepada Bobby sebagai bakal cagub Sumut di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
“Kami menunjukkan pergerakan mesin partai dalam perencanaan strategis untuk memenangkan pilkada berdasarkan kekuatan mesin partai yang menyatu dengan rakyat itu terus dilakukan,” jelas Hasto.
Sejauh ini di Pilkada Jawa Timur sudah ada calon petahana yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Sedangkan di Sumatera Utara ada Bobby Nasution-Surya.
Selain itu, PDIP juga masih melakukan persiapan menghadapi Pilkada DKI Jakarta. Partai masih mengkaji berbagai kemungkinan yang muncul termasuk skenario tanding ulang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melawan Anies Baswedan.
Selain Ahok, ada beberapa nama lain yang dikaji, yang mencakup juga calon untuk pilkada Jawa Tengah. Contohnya nama Anies, Bivitri Susanti, hingga Pramono Anung, dan Andika Perkasa.
Hasto menuturkan, PDIP terus membuka suatu ruang bagi hadirnya calon-calon pemimpin tersebut, berdasarkan suara arus bawah partai.
"Muncul juga nama Mas Pramono Anung. Di Jawa Timur muncul nama ibu Tri Rismahirini, di Jawa Tengah muncul nama Pak Andika, ada Pak Hendi, ada yang mengatakan pak Andika juga cocok di Jakarta. Ini semua masih dicermati oleh PDIP,” tandasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
