Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juni 2024 | 23.17 WIB

Keterwakilan Perempuan Kurang 30 Persen, MK Minta PSU untuk Pileg DPRD Gorontalo Dapil 6

 

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo (tengah) didampingi Hakim Konstitusi Saldi Isra (kiri) dan Arief Hidayat (kanan) memimpin jalannya sidang putusan perselisihan hasil Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (22/4/2024).

 
JawaPos.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan, Keputusan KPU Nomor 83 Tahun 2023 tentang Daftar Calon Tetap (DCT) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Gorontalo dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 tidak dapat diberlakukan dan tidak sah, serta tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat di Dapil Gorontalo 6. Hal itu karena tidak semua partai politik peserta pemilu memenuhi kuota perempuan minimal 30 persen.
 
“Demi memenuhi kepastian hukum yang adil, Mahkamah memerintahkan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan calon anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Gorontalo 6,” kata Wakil Ketua MK Saldi Isra membacakan putusan sengketa Pileg 2024 di Ruang Sidang Pleno Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (6/6). 
 
Saldi menjelaskan, saat PSU nanti, partai politik peserta pemilu yang tidak memenuhi kuota perempuan minimal 30 persen dalam daftar calon anggota DPRD diberi kesempatan untuk memperbaiki daftar calonnya. Sehingga, terpenuhi syarat minimal calon perempuan yang dimaksud di Dapil terkait. 
 
“Jika terdapat partai politik tidak mampu memenuhi syarat minimal tersebut, maka KPU Provinsi Gorontalo mencoret kepesertaan partai politik tersebut dalam pemilihan calon anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Gorontalo 6,” ucap Saldi.
 
Saldi mengingatian, ke depan untuk pemilu-pemilu berikutnya bagi dapil yang tidak memenuhi syarat minimal 30 persen calon perempuan, KPU diminta untuk bisa memerintahkan kepada partai politik peserta pemilu untuk memperbaiki daftar calon anggotanya. 
 
“Jika tetap tidak terpenuhi, KPU harus mencoret kepesertaan partai politik tersebut dalam pemilu pada dapil yang bersangkutan,” tegas Saldi.
 
Saldi menambahkan, atas perintah PSU di Dapil Gorontalo 6, sehingga perlu dilanjutkan dengan penetapan perolehan suara hasil PSU dalam waktu 45 hari sejak putusan Mahkamah dibacakan dalam sidang hari ini.
 
“Jangka waktu tersebut menurut Mahkamah cukup bagi Termohon untuk melaksanakan putusan ini pada wilayah Dapil Gorontalo yang terdiri atas dua kabupaten, yakni Kabupaten Boalemo dan Pahuwato. Selain itu, Mahkamah menilai waktu tersebut tidak akan mengganggu jadwal pelantikan anggota DPRD Provinsi Gorontalo hasil Pemilu 2024 dan agenda ketatanegaraan lainnya,” ujar Saldi.
 
Berdasarkan pertimbangan tersebut, MK memutuskan untuk mengabulkan permohonan Pemohon yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor perkara 125-01-08-29/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024.
 
Sebagaimana diketahui, dalam Sidang Pendahuluan 3 Mei 2024, PKS menyebut bahwa berdasarkan persandingan perolehan suara dan jumlah kursi atas keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen, maka PKB, Gerindra, NasDem, dan Demokrat tergolong pada partai politik yang tidak memenuhi keterwakilan perempuan 30 persen pada Dapil Gorontalo 6. 
 
Sehingga, PKS menilai perolehan suara parpol dan calon anggota legislatif dari partai tersebut bertentangan dengan Pasal 248 UU Pemilu. Namun demikian, Termohon dalam hal ini KPU tidak menjalankan putusan tersebut dengan tetap meloloskan partai politik berikut dengan dokumen persyaratan administrasi bakal calon anggota dewan yang tidak memenuhi keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore