
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Setpres)
JawaPos.com - Serangan yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), belakangan ini semakin banyak. Situasi ini tentu saja sangat mengganggu kebatinan simpul-simpul Relawan Jokowi.
Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi, sementara ini memang diam. Tetapi, hal tersebut bukan berarti Relawan Alap-Alap Jokowi tak mengambil sikap.
"Kami jadi bertanya-tanya, apa salah Pak Jokowi sehingga begitu bersemangatnya mereka menyerang. Terutama sekali yang dipertontonkan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Sebelum menuding Pak Jokowi ada niat mengambil alih kursi Ketua Umum PDIP," ujar Ketua Umum Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi, Muhammad Isnaini melalui keterangannya Rabu (3/4).
"Juga soal dilontarkan bahwa Pak Jokowi menghilangkan wasiat kesejarahan Ulama Besar KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Ini sungguh sangat luar biasa," imbuhnya.
Dia mengatakan tudingan atau tepatnya serangan-serangan tersebut sudah tidak lagi masuk logika politik. Tudingan yang diarahkan ke Presiden Jokowi sangat tidak berkelas, karena cenderung mengarah pada pembunuhan karakter.
Situasi ini jelas mengusik hati para relawan yang sebenarnya sudah kembali beraktifitas seperti halnya masyarakat pada umumnya. Isnaini lantas menyandingkan situasi itu dengan drama sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami seperti menonton pertunjukan ego partisan dan kebencian. Tidak ada hakikat akar sengketa kecuali membangun narasi-narasi basi yakni soal kecurangan Paslon 02 yang itu dikatakan karena ada dalang yang namanya Jokowi. Sungguh-sungguh mereka tidak melihat dari garis pilihan akar rumput dan keringat relawan. Kami, para relawan benar-benar habis-habisan di lapangan," tandas warga Kota Semarang itu.
Ketua Umum Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi ini lebih mengambil sisi positif dalam menyikapi permasalahan tersebut dan tidak serta merta terpancing statemen-statemen Sekjen PDIP kemudian reaktif. Isnaini lebih memilih menarik sekuat dan seluasnya dukungan kepada siapa pun dalam Pilkada nanti yang berafiliasi ke PDIP.
"Kami relawan juga punya hak demokrasi. Jika kami dipandang sebelah mata seperti juga mereka memandang Pak Jokowi, maka tentu kami juga akan mengambil garis politik. November tahun ini akan ada gelaran Pilkada serentak. Ini momen ke-2 setelah Pilpres 14 Februari," ungkapnya.
"Momen setelah mereka membusuk-busukkan Pak Jokowi dan akan memukul balik. Saya hanya ingin mengatakan bahwa gerakan relawan kami ini sudah ideologis. Kami sudah sepakat mengusung Jokowisme, yakni Politik Kebangsaan. Bukan Politik Kekuasaan yang bertopeng demi marwah demokrasi!" tandas pria paruh baya ini.
Soal masih berlangsungnya persidangan di MK, Isnaini tak banyak memberikan komentar. Tetapi bahwa materi gugatan Pemohon Tim Hukum Paslon 01 dan 03, tak jauh dari upaya melemahkan Pak Jokowi. Isnaini menilai MK seperti dijadikan panggung untuk memaksakan pesan ke publik bahwa Presiden Jokowi memang Dalang Kecurangan.
"Mereka terus saja mengusik Pak Jokowi. Bahwa Presiden itu boleh memihak, boleh kampanye atas dasar amanah UU, sama sekali tidak digubris. Yang mereka terus giling adalah pesan bahwa Pilpres kemarin, hitam putihnya di tangan Pak Jokowi," ucapnya.
"Bansos jadi sandaran serangan. Sementara hasil survei Litbang Kompas memfaktakan bahwa bansos tidak linier dengan sikap pemilih saat mencoblos di bilik suara. Sungguh mereka telah pula menghinakan rakyat pemilih. Kisaran 80 persen tingkat partisipasi pemilih yang datang ke TPS mereka anggap hantu pagi siang bolong," pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
